Zero Waste Lifestyle Solusi Masalah Lingkungan di tengah Masyarakat Konsumtif

Zero Waste Lifestyle Solusi Masalah Lingkungan di tengah Masyarakat Konsumtif


Masalah lingkungan saat ini yang menjadi permasalahan hampir di seluruh dunia ialah permasalahan sampah yang kuantitas nya dari waktu ke watu semakin meningkat. Kondisi bumi yang penuh dengan tumpukan sampah khususnya sampah yang sulit terurai disebabkan oleh manusia yang menjadi sumber penghasil sampah terlebih lagi bagi yang menerapkan gaya hidup serba instan. Jumlah sampah khususnya sampah plastik merupakan jenis sampah yang jumlahnya paling banyak dibanding jenis sampah lainnya karena membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai.

Salah satu bagian tim dari Universitas Manchester yaitu Dr. Ian Kane yang pernah menghitung jumlah mikro-plastik di dasar laut mengatakan bahwa gambaran yang didapatkan para peneliti sangat mengerikan. Para penyusun kajian tersebut telah menjelaskan bahwa ada ketidakpastian dalam data analisis mereka namun terlepas dari jumlah yang pasti, peningkatan pada rata-rata produksi plastik dalam memenuhi permintaan global memiliki konsekuensi yang mengerikan bagi lingkungan. Penelitian terkait jumlah sampah plastik juga pernah dilakukan oleh Jenna R. Jambeck dari Universitas Georgia mengatakan bahwa pada tahun 2010 ada 275 juta ton sampah plastik yang dihasilkan seluruh dunia,  sekitar 4,8 – 12,7 juta ton terbuang dan mencemari laut. Indonesia yang memiliki populasi pesisir sebanyak 187,2 juta yang setiap tahunnya menghasilkan 2,22 juta ton sampah plastik yang tak terkelolah  dengan baik dan sekitar  0,48 – 1,29 juta ton dari sampah plastik tersebut diduga mencemari lautan. Fakta berikutnya negara kita menjadi negara kedua setelah Cina dengan tingkat pencemaran sampah plastik ke laut, diperkirakan pencemaran sampah plastik di Indonesia akan semakin meningkat karena saat ini sektor pertumbuhan industri yang paling pesat yaitu industri minuman banyak hasil akhir produk minuman yang menggunakan packaging dengan bahan plastik. Bisnis UMKM yang saat ini lagi hits yaitu bisnis minuman yang banyak tersebar baik di kota besar maupun kota-kota kecil yang juga menjadi salah satu penyumbang meningkatnya sampah plastik.

Bumi saat ini membutuhkan kita untuk berkontribusi terhadap penanggulangan masalah sampah saat ini, jika tidak dilakukan sekarang maka konsekuensinya akan dialami oleh anak cucu kita ke depannya. Pemanfaatan teknologi bisa menjadi solusi untuk masalah ini namun yang paling penting dengan mengubah gaya hidup. Salah satu konsep gaya hidup dalam penanggulangan masalah sampah yaitu “Zero Waste” atau bebas sampah  banyak yang masih berfikir bahwa konsep ini merupakan hal yang mustahil dilakukan karena bagaimana mungkin manusia bisa hidup tanpa menghasilkan sampah padahal tujuan dari konsep ini ialah bagaimana cara kita untuk mengurangi sampah yang dihasilkan dengan lebih bijak dalam membeli barang, tidak konsumtif, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.

Zero waste merupakan filosopi dari gaya hidup yang diterapkan untuk melestarikan bumi dengan lebih bijak menggunakan produk sekali pakai guna mengurangi jumlah dan dampak buruk sampah. Intinya gaya hidup zero waste mengajak kita untuk mengevaluasi gaya hidup kita saat ini dengan melihat bagaimana sesuatu atau produk yang kita konsumsi dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.


 

Konsep gaya hidup zero waste  memiliki tahapan atau dikenal dengan istilah 5R, yaitu Refuse (menolak), Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang), dan Rot (membusukkan sampah). Konsep 5R ini menjadi pegangan dalam menerapkan gaya hidup zero waste. Sebenarnya ada satu langkah yang perlu diterapkan menjadi hal yang penting juga sebelum mengaplikasikan 5R yaitu rethink (memikirkan  kembali) artinya berpikir lagi sebelum kita membeli/mengonsumsi suatu produk. Apakah produk yang ingin kita beli benar-benar kita butuhkan atau tidak. Jika produk tersebut yang sebenarnya tidak kita butuhkan namun tetap kita beli maka akan berpotensi untuk menjadi sampah, sebaiknya langkah yang diambil adalah dengan tidak membelinya  demi menjaga lingkungan kita untuk mengurangi kuantitas sampah di muka bumi ini.

Adapun penjelasan dari konsep 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, dan Rot) sebagai berikut:

1.     Refuse (menolak)

Refuse/menolak adalah sikap kita dengan menolak dan menghindari penggunaan produk yang  nantinya berpotensi menjadi sampah. Contohnya menolak untuk tidak membeli ketika ada spg yang menawarkan produk yang saat itu tidak kita butuhkan atau produk yang dapat merusak lingkungan.

 

2.     Reduce (Mengurangi)

Reduce/mengurangi merupakan usaha yang dilakukan dengan tujuan mengurangi kuantitas suatu produk/barang untuk menjadi sampah. Terutama bagi kaum hawa yang memiliki hobi berbelanja di toko atau supermarket bijaklah dalam memilih barang kalau bisa hindari membeli barang yang dengan kemasan sachet karena ini lebih berpotensi untuk menghasilkan sampah lebih banyak, contoh lainnya yang lagi ngetrend saat ini dalam mengaplikasikan reduce yaitu memilih untuk  mengirim undangan menggunakan undangan digital dibandingkan undangan yang menggunakan bahan baku kertas dan plastik yang nantinya akan menjadi sampah.

 

3.     Reuse (Pemakaian kembali)

Reuse/ pemakaian kembali merupakan suatu sikap dengan lebih memilih menggunakan barang yang bisa digunakan berulang daripada barang yang hanya sekali pakai dengan fungsi yang sama. Contohnya pada saat berbelanja, kita lebih memilih menggunakan tas belanja yang terbuat dari kain dan bisa digunakan berulang dibanding menggunakan kantongan plastik. Hal yang bisa diterapkan juga baik di lingkungan sekolah maupun kerja dengan membawa tumbler minuman daripada harus membeli minuman kemasan yang ketika habis kemasannya dibuang dan akan menjadi sampah.

 

4.     Recycle/ daur ulang

Recycle atau daur ulang merupakan usaha yang seharusnya dilakukan setelah kita melakukan usaha refuse, reduce, dan reuse. Barang/produk dapat kita cegah  menjadi sampah dengan melakukan daur ulang agar tidak mencemari lingkungan. Langkah yang dapat dilakukan sebelum mendaur ulang  yaitu memisahkan terlebih dahulu antara sampah organik dan anorganik, jadi yang dapat di daur ulang  yaitu sampah anorganik seperti botol plastik bekas, ember bekas yang sudah tidak layak digunakan, bekas bungkusan  makanan bisa di daur ulang menjadi barang yang bernilai ekonomis, selain bisa mengurangi dampak kerusakan lingkungan juga bisa membantu perekonomian.

 

5.     Rot

Rot atau kegiatan menjadikan sampah organik menjadi kompos, jadi setelah melakukan pemilahan antara sampah organik dengan anorganik sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk sampah anorganik atau sampah plastik langkah yang diambil untuk mengolahnya yaitu recycle sedangkan sampah organik dapat dijadikan kompos.  Pembuatan kompos  saat ini sudah bisa dilakukan tanpa lahan yang luas dengan menerapkan metode takakura salah satu metode pembuatan kompos untuk sektor rumah tangga jadi tidak ada alasan lagi jika ingin membuat kompos harus ada lahan.

Tentunya dengan menerapkan zero waste lifestyle ada manfaat yang akan kita peroleh, yang pastinya kita turut berkontribusi dalam meminimalisirkan jumlah sampah karena memang tujuan utama dari konsep ini mengurangi dan mengeliminasi sampah, kedua secara tidak langsung kita telah menerapkan hidup sehat karena kita sudah mengurangi bahkan tidak lagi mengonsumsi makanan instan dalam kemasan dan beralih ke makanan yang lebih sehat seperti sayuran dan buah-buahan.  Konsep zero waste lifestyle juga membantu kita untuk berhemat karena kita tidak lagi mengonsumsi jajanan yang tidak sehat, minuman dan makanan instan lebih memilih untuk memasak sendiri, serta kita akan lebih bijak dengan pengeluaran karena sudah tidak membeli lagi barang-barang yang tidak terlalu penting yang nantinya berpotensi menjadi sampah. Selain itu juga konsep gaya hidup ini mampu mengasah kreatifitas karena kita akan berusaha semaksimal mungkin bagaimana caranya menjadikan sampah menjadi barang yang bernilai dengan melakukan recycle atau mendaur ulang.

Zero waste lifestyle bukanlah konsep gaya hidup yang sempurna namun jangan menjadikan alasan ini untuk tidak memulainya. Zero waste bukanlah tujuan melainkan proses jadi jangan pernah mencibir atau menjudge orang yang berusaha menerapkan zero waste lifestyle namun masih mengonsumsi makanan instan atau menggunakan plastik. Jika kita ingin memulainya lakukan dari hal-hal kecil seperti lebih bijak dalam berbelanja jika tidak terlalu penting maka sebaiknya jangan dibeli, mulai memisahkan antara sampah organik dan anorganik, membawa botol minuman dan bekal ke sekolah atau tempat kerja. Hal sederhana tersebut termasuk bagian gaya hidup zero waste yang dapat kita terapkan dan sangat banyak manfaatnya jika kita konsisten melakukannya dan yang paling penting kita turut berkontribusi dalam menjaga lingkungan.

 ditulis oleh : Salmiah 

 

 

Referensi:

https://kejarmimpi.id/zero-waste-lifestyle-menantang-kamu-untuk-menerapkan-gaya-hidup-bebas-sampah-bisa.html

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/06/17/105239620/gaya-hidup-zero-waste-untuk-menyelamatkan-lingkungan?page=all

https://nationalgeographic.grid.id/read/132263813/studi-jumlah-sampah-di-bumi-akan-mencapai-13-miliar-ton-pada-2040?page=all

https://www.bbc.com/indonesia/majalah-53522290

https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/what-is-zero-waste-anyway/


Bagikan :