Yuk , Ajarkan Anak Tata Krama Agar Menjadi Pribadi yang Beretika

Yuk , Ajarkan Anak Tata Krama Agar Menjadi Pribadi yang Beretika


Banyak orang yang mengatakan bahwa anak merupakan salah satu anugrah yang diberikan oleh Tuhan kepada pasangan. Dengan adanya anak di tengah-tengah keluarga, akan menambahkan nuansa kehangatan dan kebahagiaan. Namun, perlu diingat selain sebagai anugrah dari Tuhan, anak juga merupakan titipan dari yang Maha Kuasa untuk senantiasa menjaga dan mengajarkan hal-hal yang baik kepada anak.

Salah satu hal yang perlu orang tua ajarkan kepada anak adalah etika dan tata krama. Hal ini, merupakan hal terpenting yang perlu di ajarkan kepada anak, agar sang anak memiliki kepribadian yang beretika dan berakhlak mulia. Lalu, tata krama seperti apa saja yang perlu diajarkan kepada anak.

Dihimpun dari beberapa artikel, berikut 15 tata krama yang perlu diajarkan kepada anak agar sang anak menjadi pribadi yang beretika.

1.     Biasakan untuk mengatakan “Tolong” dan “Terima Kasih”

Dua kata ajaib “Tolong” dan “Terima Kasih” perlu diajarkan kepada anak yang sudah mulai bisa berbicara kepada orang lain. Kata “Tolong” perlu orang tua tanamkan kepada anak, apabila sang anak hendak meminta bantuan atau merasa kesusahan saat melakukan sesuatu. Begitu pun kata “Terima Kasih” yang merupakan ungkapan yang baik, saat sang anak telah mendapatkan pertolongan dari orang lain. Jika orang tua menanamkan kedua kata tersebut dalam situasi seperti diatas, hal ini akan menjadi suatu kebiasaan yang baik bagi anak.

2.     Biasakan untuk tidak mengganggu pembicaraan

Terkadang, saat orang tua sedang berbicara dengan orang lain, tak ayal sang anak suka ikut dalam percakapan tersebut. Nah, bagi orang tua, ini saatnya untuk mengajarkan sang anak untuk tidak mengganggu percakapan orang dewasa. Selain itu, ajarkan anak juga untuk mendengarkan terlebih dahulu orang lain yang berbicara, barulah berbicara saat telah dipersilahkan. Jangan lupa juga untuk mengajarkan sang anak untuk tidak memotong pembicaraan.

3.     Biasakan untuk mengatakan “Permisi”

Kata “Permisi” merupakan kata ajaib ketiga yang perlu diajarkan orang tua kepada anak. Ajarkan sang anak untuk mengatakan kata “Permisi” baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Kata “Permisi” biasa digunakan saat melewati orang, namun kata “Permisi” juga perlu diajarkan kepada anak apabila tidak sengaja bersendawa dan batuk, atau pada saat melakukan sesuatu yang dapat mengalihkan respon dari orang lain yang sedang melakukan sesuatu.

4.     Ajarkan untuk tidak mengomentari penampilan atau fisik orang lain

Bagi orang tua, sangat perlu mengajarkan anak untuk tidak mengomentari penampilan atau fisik yang akan menyinggung perasaan orang lain. Walaupun anak-anak cenderung selalu berkata jujur, sang anak pun perlu juga untuk diajarkan memiliki rasa empati dan menjaga perasaan orang lain. Selain itu, tanamkan juga kepada anak bahwa mengatakan penampilan fisik dibelakang orang lain, pun merupakan sesuatu hal yang tidak baik.

5.     Biasakan untuk mengetuk pintu sebelum masuk

Mengetuk pintu merupakan salah satu tata krama yang bisa diajarkan saat berada di rumah sendiri atau di rumah orang lain. Walaupun pintu terbuka atau tidak dikunci, selalu ajarkan anak untuk mengetuk pintu dahulu, sebelum ada orang lain yang merespon.

6.     Ajarkan kalimat atau bahasa yang baik dan sopan

Lingkungan sekitar, tontonan-tontonan di media elektronik bahkan orang tua sendiri, bisa menjadi contoh bagi anak-anak dalam bertutur kata. Anak akan mencontoh apa yang dia lihat dan dia dengar. Maka dari itu, saringlah kalimat atau bahasa yang baik dan sopan saat berbicara kepada anak, serta pilih juga saluran media elektronik yang berkualitas agar sang anak dapat menyerap hal-hal yang baik.

7.     Ajarkan untuk tidak mengejek atau mengolok-olok orang lain

Terkadang anak-anak sering memanggil temannya atau orang lain dengan nama-nama plesetan atau nama yang mengolok-olok orang tuanya. Hal ini merupakan kebiasaan yang sangatlah tidak baik. Maka dari itu, tanamkanlah pada anak untuk tidak mengejek atau mengolok-olok orang lain, dan meminta maaf apabila melakukan kesalah kepada orang lain.

8.     Biasakan untuk menutup mulut saat batuk atau bersin

Menutup mulut saat batuk dan bersin merupakan etika yang perlu diajarkan sejak dini. Batuk dan bersin merupakan hal alamiah dari respon tubuh. Namun, terkadang jika sang anak merasa ingin batuk dan bersin di tempat umum, ajarkanlah kepada anak untuk menutup mulut dengan tangan atau tisu, sehingga kebiasaan ini akan terbawa sampai dewasa.

9.     Tanamkan jiwa tolong-menolong pada anak

Tolong menolong antar sesama merupakan hal yang perlu ditanamkan kepada anak. Berikan pemahaman bahwa sang anak tidak bisa hidup sendiri dan suatu saat pasti akan memerlukan pertolongan orang lain. Maka dari itu, ajarkan anak untuk tidak sungkan menawarkan bantuan atau menolong orang yang membutuhkan bantuan.

10.  Ajarkan untuk meredam marah atau emosi

Saat sang anak merasa tidak nyaman atau bosan, terkadang sang anak sering meluapkan marah dan emosinya dengan meledak-ledak. Hal ini, jika dibiarkan terus-menerus akan berpengaruh kepada sifatnya di masa dewasa. Orang tua perlu memberikan pemahaman kepada anak untuk menahan atau meredam emosi. Berikan pemahaman juga tentang reward dan punishment secara bijak kepada anak serta dampak positif dan negatif apabila sang anak mampu meredam marah.

11.  Biasakan untuk bertutur kata baik saat butuh bantuan

Ada beberapa anak yang terkesan menyuruh saat dia meminta bantuan atau menginginkan sesuatu. Hal ini, tentunya tidak baik bagi sang anak, karena akan menanamkan sifat bossy bagi sang anak. Maka dari itu, orang tua perlu memberikan contoh tutur kata yang baik dan sopan kepada anak saat membutuhkan bantuan. Kata ajaib, “Tolong”, “Maaf” dan “Permisi” bisa menjadi kata alternatif tambahan saat sang anak membutuhkan bantuan orang lain.

12.  Biasakan untuk bersalaman dan tersenyum saat bertemu orang

Bersalaman dan tersenyum saat bertemu orang yang lebih tua sudah menjadi kebudayaan bagi warga Indonesia. Maka dari itu, orang tua perlu mewariskan tata krama ini kepada sang anak baik saat bertemu orang lain, saat akan berangkat sekolah atau setelah pulang sekolah.

13.  Ajarkan anak untuk berdiri ketika melihat orang yang lebih tua

Kebiasaan seperti ini merupakan bentuk tanda hormat kepada orang yang lebih dewasa. Terutama pada saat menerima tamu atau pada saat kedatangan orang yang lebih tua, seperti Kakek, Nenek, Paman atau Bibi. Mengkombinasikan dengan bersalaman dan tersenyum sesaat setelah berdiri, merupakan hal yang positif untuk diajarkan kepada anak.

14.  Ajarkan sikap sopan santun saat diberikan pelayanan

Bersikap sopan kepada seseorang yang telah memberikan pelayanan merupakan tanda orang tersebut menghargai pelayanan yang diberikan. Hal ini bisa diajarkan kepada anak saat berada di angkutan umum, saat berada di kasir, saat bertemu cleaning service, bahkan saat bertemu orang yang mengangkut sampah didepan rumah. Jangan lupa juga, untuk ajarkan anak mengucapkan “Terima Kasih” setelah diberikan pelayanan.

15.  Tanamkan pada anak, bahwa mengalah bukan berarti kalah

Acapkali, kakak adik atau dengan saudara sebayanya, bertengkar karena suatu hal. Meski begitu, bukan suatu hal yang salah, apabila orang tua mengajarkan anak untuk mengalah dan menerima sesuatu dengan lapang dada. Bukan hanya saat bertengkar, saat berada di kendaraan umum, apabila melihat orang tua yang tidak kebagian kursi penumpang, ajarkan anak untuk mengalah memberikan tempat duduk kepada orang yang lebih tua tersebut. Tentunya hal ini, akan menumbuhkan rasa empati kepada diri sang anak.

Itulah beberapa tata krama yang bisa diajarkan kepada anak sejak dini, yang dihimpun dari beberapa sumber. Semoga dengan mengajarkan sang anak kebiasaan-kebiasaan yang baik, dapat membangun karakter sang anak menjadi pribadi yang beretika dan penuh kesopanan. Karena bagaimanapun juga, orang akan lebih menyukai pribadi yang memiliki etika dan sopan santun dalam bergaul dengan orang lain.

 ditulis oleh : Pipit 

Referensi :

Metheany, Onic. 2018. 15 Tata Krama yang Harus Diajarkan Anak Sejak Usia 2 Tahun.  https://www.popmama.com/kid/1-3-years-old/onicmetheany/tata-krama-yang-harus-diajarkan-anak-sejak-usia-2-tahun/15. Diakses pada tanggal 14 Juni 2021

2020. 15 Tata Krama dan Sopan Santun yang Harus Diajarkan Kepada Anak. https://www.prestasiglobal.id/15-tata-krama-dan-sopan-santun-yang-harus-diajarkan-kepada-anak/. Diakses pada tanggal 14 Juni 2021

Wishnubarata. 2020. Kewajiban Orangtua Terhadap Anak, Sudahkah Kita Penuhi? https://lifestyle.kompas.com/read/2020/07/23/064644320/kewajiban-orangtua-terhadap-anak-sudahkah-kita-penuhi?page=all. Diakses pada tanggal 14 Juni 2021

 

 

 


Bagikan :