TRANSAKSI NILAI KELUARGA DENGAN SISWA KURANG MAMPU

TRANSAKSI NILAI KELUARGA DENGAN SISWA KURANG MAMPU

Indonesia merupakan negara yang dikaruniai manusia dermawan, bahkan didulat sebagai negara paling dermawan sedunia dengan nilai 59% (Katadata.co.id, 2018). Nilai dermawan masyarakat Indonesia juga didukung dengan nilai kolektif yang cukup baik yakni gotong royong. Nilai dermawan dan gotong royong yang baik masyarakat Indonesia merupakan kapital sosial yang dapat dikatakan sebagai kekuatan yang mampu digunakan untuk bangkit melawan Covid-19 dari sektor Pendidikan. Ini cukup penting karena pendidikan salah satu aspek penting dalam memastikan pembangunan nasional dalam berbagai perspektif.

Salah satu aspek yang terdampak atas Covid-19 adalah Pendidikan. Seluruh siswa di Indonesia dengan total jumlah 45,3 juta siswa (BPS dalam databoks. Katadata.com, 2019), dipaksa untuk melakukan proses belajar jarak jauh. Kondisi ini tentu tidak akan bermasalah bagi siswa yang memiliki keluarga dengan kondisi ekonomi yang baik. Namun jelas berbeda bagi siswa dengan kondisi keluarga yang ekonominya kurang. Mereka dituntut secara mandiri untuk dapat menyediakan fasilitas berupa gawai dan juga pulsa untuk menunjang aktivitas belajar mereka.

Kondisi yang cukup kontradiktif antara paragraf pertama dan paragraf kedua pada latar belakang merupakan sebuah kombinasi yang tepat untuk dapat melakukan sebuah upaya redistribusi pembangunan yang dilaksanakan dengan berbasis nilai kapital sosial melalui fokus utama yakni transaksi nilai satu keluarga mampu yang dermawan dengan siswa kurang mampu. Melalui program ini mampu memberikan kesempatan bagi keluarga mampu yang dermawan untuk dapat mengambil kesempatan berbagi kebaikan dengan memberikan bantuan berupa pulsa, bantuan sembako dan bantuan penunjang lainnya kepada satu siswa kurang mampu.

Melalui cara ini sesungguhnya kedua belah pihak memperoleh keuntungannya masing- masing. Siswa memperoleh dukungan material untuk kegiatan belajar mengajarnya serta tentunya hal non-material dari interaksi dengan keluarga dermawan tersebut, sedangkan keluarga yang dermawan akan memiliki kesempatan untuk dapat belajar nilai dari siswa yang kurang mampu sehingga memberikan keluarga dermawan sebuah perasaan kepuasan atas kemampuan mereka untuk berbuat baik.

Lebih lanjut lagi, apabila terdapat keinginan pemerintah dalam mengembangkan model ini, maka diperlukan sebuah upaya sistematis dari pemerintah untuk dapat memberikan atau menyediakan beberapa hal seperti apresiasi, publikasi, narasi pendukung, dukungan media mainstreaming, dan eksposure media sosial atas segala tindakan yang dilakukan oleh keluarga tersebut. Cara ini diharapkan memberikan semangat untuk dapat dicontoh oleh keluarga lainnya atau bahkan komunitas lainnya dengan skala yang lebih besar. Hal ini tentu sangat memungkinkan untu terlaksana secara kolektif karena masyarakat Indonesia memiliki modal dasar yang cukup kuat yakni nilai

dermawan dan tentunya nilai gotong royong di tengah masyarakat Indonesia.

Melalui program ini dapat memberikan kesempatan secara informal kepada keluarga mampu dalam berkontribusi atas pembangunan manusia di Indonesia. Selain itu tentu program ini akan semakin memperkuat upaya redistribusi ekonomi atau bahkan menciptakan kondisi yang stabil ditengah situasi pandemi Covid-19. Hal paling penting lainnya adalah memperkuat, menjaga dan merawat nilai kapital sosial yang secara alamiah sesungguhnya telah dimiliki oleh masyarakat Indonesia.

ditulis oleh : Alfrojems

Daftar Pustaka

Katadata.co.id. Nandini, Widya. 2018. Indonesia Negara Paling Dermawan Sedunia. https:// katadata.co.id/ariemega/infografik/5e9a559906752/indonesia-negara-paling- dermawan-sedunia. Diakses pada Oktober 2020.

Databoks.katadata.co.id. BPS. 2019. Berapa Jumlah Peserta Dididk Indonesia?. https:// databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/05/02/berapa-jumlah-peserta-didik- indonesia. diakses pada Oktober 2020. 


Bagikan :