Tanggung Jawab Bersama Selamatkan Anak Bangsa Dari Narkoba

Tanggung Jawab Bersama Selamatkan Anak Bangsa Dari Narkoba

 

Salah satu ancaman terbesar yang melanda bangsa kita saat ini adalah penyalahguaan narkoba, ini menjadi perhatian semua pihak disaat banyak anak bangsa harus terjerumus ke lubang hitam penyalahgunaan obat terlarang tersebut. Tak sedikit anak anak yang masih di usia produktif harus kehilangan masa depannya karena sudah teggelam dalam arus penyalahgunaan narkoba tersebut.

Sebuah data menyebutkan bahwa pengguna narkoba di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 3.6 juta, ironisnya pengguna tersebut sebagian besar adalah kelompok usia porduktif yaitu usia 10 hingga 59 tahun. Angka tersebut megalami peningkatan dari tahun tahun sebelumnya, di mana pada  tahun 2017 mencapai 3.3 juta pengguna. Jika trend ini terus terjadi, maka betapa peredaran narkoba di tanah air betul beul sudah sangat mengkhawatirkan.

Dalam konteks inilah perlu peran semua pihak untuk membendung arus peredaran narkoba, jangan sampai generasi bangsa ini hancur gara gara mereka terjebur dalam dunia gelap narkoba tersebut. Upaya membendung peredaran narkoba bisa kita lakukan dengan cara memberikan edukasi secara massif kepada setiap kelompok pemuda yang memungkinkan untuk kita edukasi, sehingga meeka selalu terpantau dan memiliki rasa mawas diri akan bahaya narkoba itu sendiri.

Narkoba tentu sangat berbahaya terhadap tubuh dan jiwa seseorang, ragam bahaya inilah yang nantinya bisa dijadikan materi edukasi agar mereka lebih berhati-hati dalam menjalani hidup dan memastikan diri tidak bersentuhan dengan narkoba. Apa saja bahayanya? Secara langsung narkoba akan berdampak terhadap kejiwaan dan tubuh penggunanya. Secara kejiwaan, Narkoba bisa mengakibatkan dipresi mental, gangguan jiwa berat, bunuh diri, serta tindak kejahatan. Dampak ini tentu tak hanya berakibat fatal pada si pengguna, tapi juga berakibat kepada lingkungan sekitar, maka betapa sangat bahayanya narkoba.

Sementara dampak langsung yang dirasakan oleh tubuh pengguna adalah rusaknya sebagian organ tubuh secara cepat, seperti gangguan jantung, otak, kulit, tulang pembuluh darah, paru-paru, sistem saraf, pencernaan dan beberapa organ lainnya. Dari ini saja kita sudah bisa menarik benang merah bahwa narkoba sangat mengancam kondisi fisik sang pengguna, akan banyak kelainan jika seseorang sudah memakai narkoba apalagi kondisi sudah sangat ketergantungan.

Sementara dampak lain yang sudah pasti diialami oleh pemakai narkoba adalah keluarnya banyak uang untuk perawatan dan penyembuhan, dikucilkan masyarakat, keluarga menanggung malu, hilangnya kesempatan studi, tidak dipercaya, dan juga harus berhadapan denga jeruji besi penjara. Sangat merugikan bukan? Jelas sekali narkoba bisa merusak segalanya, hidup akan hancur, dan masa depan sudah tak bisa diharapkan.

 

Langkah Antisipatif Hindari Narkoba

Banyak cara untuk menghidar dari bahaya laten narkoba, setiap kita pasti bisa melakukannya, tergantung seberapa besar kometmen kita untuk betul-betul mengatakan tidak pada narkoba. Say No to Drag. Nah, di bawah ini adalah beberapa langkah antisipatif yang bisa dilakukan untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba;

Pertama: Tolak ajakan merokok, karena merokok adalah pintu gerbang penyalahgunaan Narkoba. Kita tentu tidak dalam ramgka mengeneralisir bahwa orang merokok akan mudah terkena narkoba, tentu tidak. Tapi ada kemungkinan ajakan merokok bagi orang yang tidak merokok dijadikan alat untuk memasukkan barang haram tersebt sehingga tanpa disadari orang itu menjadi korban penyalahgunaan Narkoba.

Kedua: kenali temanmu, pastikan pilih teman yang selalu mengajak pada kebaikan. Ingat tak sedikit orang yang terjerumus dalam lembah hitam narkoba karena diakibatkan salah pergaulan, salah memilih teman bisa berdampak vatal salah satunya jika mereka adalah mengguna narkoba, sudah pasti kita akan dijebak dalam dunia narkoba itu sendiri.

Ketiga: isi waktu luang dengan kegiatan positif, seperti olah raga, bermain musik, belajar dan kegiatan positif lainnya. Jangan ada ruang hampa dalam hidup kita, karena kekosongan aktvitas kadang menyeret kita untuk berfikir yang macam-macam, termasuk berfikir kearah negatif. Di sinilah kadang narkoba mudah masuk.

Keempat: patuh beragama, ingat tak ada agama manapun yang membolehkan penggunaan narkoba, semua melarang, termasuk islam sudah jelas dalam kitab suci Al-Qur’an bahwa Narkoba adalah bagian dari benda yang najis dan merupakan perbuatan syetan, dengan memperkokoh pengetahuan agama, maka dimungkinkan kita bisa menghindari dari narkoba.

Kelima: ingat selalu keluarga kita, mereka senantiasa selalu merindukan dan menyayangi kita, jangan sampai mereka kecewa hanya karena kita terlibat dalam aktivitas terlarang penyalahgunaan narkoba. Selalu membangun komunikasi aktif dengan keluarga agar hidup kita nyaman dan tenteram dan senantiasa bebas dari narkoba

 

Peran Penyuluh Sosial

Penyuluh sosial merupakan ujung tombak dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait bahaya napza, mereka sudah memiliki kompetensi untuk mengedukasi masyarakat agar betul-betul berhati-hati terhadap segala jenis obat obatan terlarang yang sangat membahayakan. Mereka juga memiliki sejumlah metode untuk memahamkan masyarakat terkaait bahaya barang haram itu.

Oleh karena itu keberadaan penyuluh sosial ini sangat vital, mereka harus betul-betul eksis dalam mengajak dan mengedukasi masyarakat. Beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam mengedukasi masyarakat adalah dengan cara turun langsung kepaada masyarakat, masuk melalui kegiatan-kegiatan sosial di tengah masyarakat. Salah satu contoh adalah kegiatan koloman yang rutin di laksnakan di beberapa tempat di masyarakat, penyuluh bisa hadir dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar betul-betul waspada terhadap Narkoba.

Penyuluh sosial juga berperan memberikan layanan responsive kepada masyarakat, hal ini ketika sudah ada masukan atau aspirasi dari masrakayakt yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba. Layanan responsive ini juga memberikan manfaat besar dalam proses penekanan penyalahgunaan obat terlarang. Mengapa?, karenaa dengan layanan responsive masyarakat  terbantu dalam proses pemecahan beberapa masalah akibat narkoba, yang tak kalah penting juga penyuluh bisa memberikan asistensi kepada segenap masyarakat yang kebetulan mengalami masalah akibat narkoba tersebut.

Dari peran penyuluh sosial dalam mengedukasi dan megasistensi masyarakat itu, nantinya akan berimplikasi pada lahirnya sifat partispasi masyarakat dalam ikut memerangi narkoba, dan inilah sebenarnya yang menjadi tujuan akhir dari semua proses penyuluhan anti narkoba yaitu munculnya keterlibatan masyarakat dalam ikut serta memerangi barang haram itu. Jika ini sudah terealisasi, maka ruang penyalahgunaan narkoba akan semakin sempit, karena semua mata sudah ikut mengawasi setiap saat. Inilah yang kita maksud bahwa menyelamatkan anak bangsa dari Napza merupaka tanggung jawab bersama. Masyarakat harus berperan aktif ada di garda depan memerangi Narkoba.

 

Oleh: Ahmad Wiyono*

*Pendamping Sosial PKH di Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur.


Bagikan :