Social Distancing Sebagai Bentuk Kesetiakawanan Sosial Menghadapi Covid-19

Social Distancing Sebagai Bentuk Kesetiakawanan Sosial Menghadapi Covid-19

Merebaknya kasus Covid-19 (Corona Virus Disease-19) yang berawal di Kota Wuhan, China, kini sudah menjadi pandemi di berbagai Negara di seluruh dunia. Seseorang yang terkena Covid-19 pada awalnya akan menunjukkan gejala umum yaitu gangguan pernapasan akut seperti batuk kering, demam lebih dari 38 derajat Celcius, dan sesak napas. Tanda-tanda dan gejala klinis yang dilaporkan pada sebagian besar kasus adalah demam, dengan beberapa kasus mengalami kesulitan bernapas, dan hasil rontgen menunjukkan infiltrat pneumonia luas di kedua paru (Tirto, 30 Maret 2020). Akibat kasus Corona ini, berbagai Negara mulai memberlakukan kebijakan ketat untuk menghentikan penyebaran Covid-19. Secara global, sudah tercatat sekitar 724.201 orang yang positif Covid-19, dan hanya kurang dari seperempat jumlah tersebut yang telah dinyatakan sembuh. Sementara itu, angka kematian sudah mencapai lebih dari 34.206 orang di seluruh dunia. Menghadapi peningkatan jumlah penderita Covid-19 ini, beberapa Negara seperti Korea Selatan, Italia, dan Malaysia sudah melakukan kebijakan lockdown untuk mencegah penyebaran yang lebih masif. Kemudian beberapa negara lainnya sudah memasang status gawat darurat Corona dengan beberapa peraturan dan kebijakan khusus untuk melindungi warganya. 

Di Indonesia sendiri, kasus Corona mulai mencuat sejak adanya 2 orang warga Kota Depok yang teridentifikasi Covid-19. Sejak saat itu, kasus Corona di Indonesia dan jumlah yang teridentifikasi Covid-19 mulai meningkat. Per tanggal 30 Maret 2020, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia berjumlah total 1.414 kasus dengan jumlah 129 kasus baru positif corona. Dari 1.414 pasien tersebut, 75 orang yang dinyatakan telah sembuh sementara mereka yang meninggal dunia mencapai 122 orang  Berdasarkan data terbaru, virus corona telah menyebar ke 31 provinsi di Indonesia. Provinsi dengan kasus terbanyak adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Jawa Tengah (BBC, 30 Maret 2020). Provinsi DKI Jakarta masih menjadi penyumbang kasus positif COVID-19 terbanyak di Indonesia (Tirto, 28 Maret 2020). 

Menghadapi kasus Corona yang semakin mengkhawatirkan ini, pemerintah Indonesia khususnya di beberapa daerah yang terdampak Corona mulai memberlakukan kebijakan dan peraturan demi mencegah penularan Covid-19 yang semakin meluas. Beberapa peraturan dan kebijakan baru untuk menanggulangi penularan Covid-19 diantaranya memberlakukan sistem kerja Work From Home bagi seluruh pegawai perkantoran (dengan mengikuti syarat tertentu), membatasi jam kerja operasional transportasi publik, menghimbau masyarakat untuk melakukan social distancing,membatasi kegiatan yang menimbulkan keramaian, dan lain-lain. Salah satu kebijakan pemerintah yang patut diperhatian dan dianggap cukup efektif untuk mencegah penularan Covid-19 yaitu himbauan untuk melakukan social distancing.

Social distancing adalah langkah-langkah menjauhkan diri atau mengurangi jumlah kontak fisik dan sosial satu sama lain (New South Wales Government Australia). Social distancing dilakukan agar dapat membatasi kapan dan dimana orang berkumpul sehingga dapat menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular. Dikutip dari berbagai sumber, para ahli menyatakan bahwa social distancing mampu mencegah penyebaran penyakit menular berdasarkan studi pada pandemi influenza Spanyol 1918. Sebuah studi yang dirilis 2007 menyebutkan bahwa kota-kota di Spanyol yang mempraktekkan social distancing seperti melarang pertemuan di tempat publik hingga menutup sekolah, berhasil menekan tingkat kematian secara signifikan. Untuk kasus virus corona sendiri, memang belum terdapat penelitian ilmiah yang mempelajari pengaruh social distancing terhadap penyebaran virus Corona. Namun, jika merujuk pada pengalaman pandemi influenza di Spanyol tersebut, terdapat potensi besar bahwa social distancingdapat menekan penularan virus corona (CNN Indonesia, 14 Maret 2020). Di berbagai Negara, social distancing sudah diterapkan terutama pada negara-negara yang memiliki jumlah korban Covid-19 terbesar di dunia. 

Social distancing pada dasarnya merupakan salah satu bentuk kesetiakawanan sosial. Kesetiakawanan Sosial Nasional adalah nilai, pandangan dan sifat yang mengatur hubungan sosial antara warga satu dengan lainnya dengan menumbuhkan sikap dan tindakan saling peduli dan berbagi yang dilandasi oleh kerelaan, kesetiaan, kebersamaan, toleransi, dan tidak diskriminasi guna mewujudkan harkat, martabat dan harga diri setiap warga negara Indonesia (Kemensos, 2014). Menteri Sosial RI, Juliari P Batubara, mengungkapkan bahwa semangat kesetiakawanan sosial perlu ditingkatkan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. Kesetiakawanan sosial ini dibuktikan dengan gerakan bersama berbasis kerelaan sosial yang didukung oleh semua pihak, baik akademisi, dokter, pemerintah, tokoh masyarakat, relawan, dunia usaha, pekerja sosial, dan seluruh masyarakat pada umumnya (Netral News, 18 Maret 2020).    

Kesetiakawanan Sosial adalah bagian dari nilai, sikap dan perilaku pro sosial yang berakar dalam konteks tata budaya nusantara dan masyarakat majemuk Indonesia berdasarkan Pancasila. Nilai dasar ini mengandung spektrum kesantunan serta kepedulian sosial yang mendasar dan kontekstual. Kepedulian sosial ini dalam konteks social distancing diwujudkan dengan upaya untuk menjaga jarak saat interaksi, lebih banyak melakukan aktivitas di dalam rumah, menggunakan masker saat kondisi badan kurang baik, tidak bersalaman atau bersentuhan saat bertemu dengan orang lain, dan lain sebagainya. Upaya-upaya ini merupakan perwujudan dari kesadaran dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat. 

Nilai kesetiakawanan sosial sebagai dimensi modal sosial memiliki posisi strategis untuk menumbuh kembangkan semangat kebersamaan, saling percaya dan menerima, integrasi dan keikatan sosial, yang dinyatakan melalui kerelaan proaktif, serta kepedulian untuk berkorban bersama bersama warga masyarakat yang membutuhkan dalam kerangka mewujudkan Indonesia Sejahtera. Artinya, kesetiakawanan sosial hakekatnya suatu kemauan untuk bersatu dalam solidaritas sosial, kesamaan nasib, dan keinginan menjadi makluk sosial yang saling peduli dan berbagi dalam membangun persaudaraan sejati. Kepentingan pribadi diletakkan dalam kerangka kesadaran atas kewajiban sebagai makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (Kemensos, 2014). 

Social distancing menjadi upaya penting untuk menghidupkan semangat kesetiakawan sosial pada masyarakat Indonesia. Meskipun social distancing cukup berat dilakukan, namun berdasarkan berbagai penelitian hal ini justru terbukti mampu mengurangi penularan penyakit menular. Oleh karena itu, dalam rangka mengurangi penyebaran Covid-19, maka social distancing adalah langkah yang paling tepat dan paling logis dilakukan. Nilai-nilai kesetiakawanan sosial sangat tercermin dalam social distancing karena dalam praktek social distancing terdapat suatu bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar. Seseorang yang memiliki imun kuat bisa kuat terhadap virus Corona, namun hal ini tidak berarti mereka sepenuhnya bebas dari virus Corona. Justru orang tersebut bisa menjadi carrier yang akan menularkan pada orang lain. Atau bagi orang-orang yang sudah masuk ke dalam daftar OPD (Orang Dalam Pengawasan) atau merasakan adanya gejala-gejala ringan, maka sangat penting untuk segera melakukan isolasi agar tidak menyebarkan penyakit pada orang lain. Tidak menyebarkan penyakit pada orang lain, terlepas seseorang tersebut bersih dari Covid-19 atau telah menjadi ODP, itulah kepedulian sosial nyata yang sesungguhnya. 

Dengan adanya dukungan dari masyarakat untuk melaksanakan social distancing yang efektif, menjaga kesehatan dan kebersihan, serta tertib mengikuti aturan pemerintah, maka bukan hal yang mustahil jika masalah Covid-19 ini akan segera mereda dalam beberapa waktu kedepan. Hal yang terpenting juga berkaitan dengan kesetiakawanan sosial dalam rangka mencegah penularan Covid-19 adalah menyebarkan semangat positif kepada seluruh masyarakat dan berhenti menyebarkan berita yang tidak benar (hoaks) atau berita yang membuat gaduh masyarakat. Alih-alih memberi informasi kepada masyarakat, terlalu banyak berita yang beredar di umum ditambah dengan kesimpangsiuran informasi justru akan menimbulkan psikosomatis pada masyarakat. Oleh karena itu, kedua hal tersebut memiliki peran penting dalam menjaga masyarakat agar tidak panik menghadapi Covid-19 namun tetap waspada dan berhati-hati. Selain itu, pikiran yang positif dan hati yang tenang juga menjadi salah satu faktor kunci penguatan sistem imun agar kebal terhadap penyakit. 

Pada akhirnya, upaya penanggulangan Covid-19 ini memang bukan hanya tugas pemerintah saja, tetapi justru masyarakat sendiri yang memiliki peranan besar untuk mencegah daripada mengobati penyakit. Setiap individu memiliki tanggung jawab sosial untuk mencegah penyebaran Covid-19, salah satunya dengan menjalankan social distancing secara efektif. Di sinilah semangat dan nilai kesetiakawanan sosial masyarakat Indonesia akan teruji. Maka, demi kebaikan bersama, social distancing adalah hal yang wajib dilakukan, bukan untuk diri kita sendiri saja, tetapi untuk kebaikan keluarga, tetangga, rekan kerja, dan seluruh masyarakat di lingkungan kita. 

Oleh :

Syadza Alifa, M.Kesos

Calon Widyaiswara BBPPKS Bandung Kementerian Sosial RI

 

 

Daftar Referensi : 

Australian Government Department of Health. Social Distancing Guidance. Diakses dari  https://www.health.gov.au/sites/default/files/documents/2020/03/coronavirus-covid-19-information-on-social-distancing.pdf

BBC Indonesia, 30 Maret 2020. Virus corona: Peta dan infografis terkait pasien terinfeksi, meninggal dan sembuh di Indonesia dan dunia. Diakses dari https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-51850113

CNN Indonesia. 14 Maret 2020. Mengenal Social Distancing sebagai Cara Mencegah Corona. Diakses dari https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200314102823-255-483358/mengenal-social-distancing-sebagai-cara-mencegah-corona

Kementerian Sosial RI. Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Tahun 2014. Diakses dari http://k2ks.kemsos.go.id/wp-content/uploads/2014/05/buku-pedoman-HKSN-2014.pdf

New South Wales Government of Australia. Social Distancing. Diakses dari https://preview.nsw.gov.au/covid-19/social-distancing

Netral News, 18 Maret 2020. Mensos Serukan Penguatan Semangat Kesetiakawanan Sosial untuk Tangani Corona.Diakses dari https://www.netralnews.com/news/nasional/read/206700/mensos-serukan-penguatan-semangat-kesetiakawanan-sosial-untuk-tangani-corona

Public Health Department Santa Clara Valley Health & Hospital System. Information about Social Distancing. Diakses dari http://www.cidrap.umn.edu/sites/default/files/public/php/185/185_factsheet_social_distancing.pdf

Tirto, 28 Maret 2020. Corona Indonesia: 1.155 Kasus, Korban Meninggal Lebih dari 100. Diakses dari https://tirto.id/corona-indonesia-1155-kasus-korban-meninggal-lebih-dari-100-eJhx

Tirto, 30 Maret 2020. Update Corona 30 Maret 2020 di Indonesia : Kasus Covid-19 di 30 Provinsi. Diakses dari https://tirto.id/update-corona-30-maret-di-indonesia-kasus-covid-19-di-30-provinsi-eJFs


Bagikan :