SEMARAKAN PERINGATAN HARI KESETIAKAWANAN SOSIAL TAHUN 2021 “Wujudkan Persatuan Demi Masyarakat Sejahtera, Toleransi dan Berbagi”

SEMARAKAN PERINGATAN HARI KESETIAKAWANAN SOSIAL TAHUN 2021  “Wujudkan Persatuan Demi Masyarakat Sejahtera, Toleransi dan Berbagi”



Tanggal 20 Desember 1948 merupakan hari bersejarah bagi bangsa indonesia dimana bersatunya seluruh lapisan masyarakat untuk mengatasi permasalahan dalam mempertahankan kedaulatan negara dari serbuan tentara kolonial Belanda yang menduduki ibukota negara Yogyakarta saat itu. Pencapaian tersebut diperoleh tidak lepas dari semangat persatuan dan nilai-nilai kesetiakawanan sosial yang tumbuh dan berakar dari rakyat Indonesia. Pada bulan juli 1949, melihat masyarakat yang masih begitu trauma Kementerian Sosial mengadakan Penyuluhan Sosial bagi tokoh-tokoh masyarakat dan Kursus Bimbingan Sosial bagi Calon Sosiawan atau Pekerja Sosial saat itu. Hal itu dilakukan dengan harapan dapat menanggulangi dan mengatasi permasalahan sosial yang sedang terjadi. Nilai kesetiakawanan sosial yang telah tumbuh di dalam masyarakat itu kemudian dilestarikan dan diperkokoh dengan dibuatnya Lambang Pekerjaan Sosial dan Kode Etik Sosiawan pada tanggal 20 Desember 1949. Hari tersebut juga kemudian dijadikan sebagai hari Sosial.

 

Hari Sosial atau Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) diperingati pada tanggal 20 Desember setiap tahun sebagai rasa syukur dan hormat atas keberhasilan seluruh lapisan masyarakat Indonesia dalam menghadapi ancaman bangsa lain yang ingin menjajah kembali bangsa kita. Peringatan Hari Sosial atau Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tersebut merupakan upaya untuk mengenang, menghayati dan meneladani semangat persatuan, kesatuan, kegotongroyongan dan kekeluargaan rakyat Indonesia yang secara bahu membahu mengatasi permasalahan dalam mempertahankan kedaulatan bangsa Indonesia.

 

Pada saat ini bangsa Indonesia masih berhadapan dengan berbagai masalah kesejahteraan sosial yang meliputi kemiskinan, keterlantaran, ketunaan, keterpencilan dan kebencanaan yang jumlahnya tidak kecil. Sementara pemerintah memiliki kemampuan terbatas, sehingga diperlukan peran serta masyarakat. Kesetiakawanan sosial masa kini adalah instrumen menuju kesejahteraan masyarakat melalui gerakan peduli dan berbagi oleh, dari dan untuk masyarakat baik sendiri-sendiri maupun secara bersamaan berdasarkan nilai kemanusiaan, kebersamaan, kegotongroyongan dan kekeluargaan yang dilakukan secara terencana, terarah dan dan berkelanjutan menuju terwujudnya Indonesia Sejahtera.

 

Peringatan HKSN diharapkan dapat menjadi “alat pengungkit” untuk menggerakkan kembali nilai-nilai kesetiakawanan sosial yang ada dimasyarakat, yang dilaksanakan ditingkat pusat, propinsi dan kabupaten/kota Peringatan Hari Kesetiakawanan sosial Nasional saat ini dilaksanakan dalam bentuk Gerakan Indonesia Setiakawan yang dimaksudkan sebagai upaya mengarahkan percepatan gerakan Indonesia Peduli menuju terwujudnya Indonesia baru, dengan tujuan menumbuhkan kesadaran dan tanggungjawab sosial masyarakat untuk mengkristalisasikan kesetiakawanan sosial serta meningkatkan jumlah masyarakat peduli dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

 

Peringatan HKSN diharapkan mampu mengatasi berbagai permasalahan sosial yang ada, dengan mengacu pada parameter kesejahteraan :

·       Terpenuhinya kebutuhan dasar setiap warga negara Indonesia (sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan).

·       Terlindungi hak sipil setiap warga negara (hak memperoleh KTP, Akte Kelahiran, hak berorganisasi, hak mengemukakan pendapat dll).

·       Terlindunginya setiap warga negara dari berbagai resiko yang bertautan dengan siklus hidup, ketidakpastian ekonomi, resiko kerusakan lingkungan dan resiko sosial maupun politik (kecacatan, konflik, bencana, pengangguran).

·       Terdapatnya kemudahan memperoleh berbagai akses pelayanan dasar (pendidikan, kesehatan, ekonomi/keuangan, politik dll).

·       Terpenuhinya jaminan keberlangsungan hidup bagi setiap warga negara (asuransi, jaring pengamanan sosial, bantuan sosial dan lain-lain).

 

Saudara-saudara ku sebangsa setanah air, sudah saatnya kita kembali memulai memperkuat nilai-nilai kepedulian, berbagi, toleransi dan gotong royong untuk mengisi kemerdekaan republik Indonesia ini. Sudah sepentasnya kita mulai kembali memperkuat kepedulian kita antar sesama, saling tolong menolong dalam kesulitan dan berbagi bagi yang membutuhkan. Inilah nilai kesetiakawanan sosial yang sesungguhnya sebagai modal besar dalam memecahkan segala permasalahan sosial masyarakat saat ini.

 

Peringataan Hari Kesetiakawanan Sosial tahun 2021 akan diselenggarakan di provinsi kepulauan Bangka Belitung. Kementerian Sosial Republik Indonesia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memeriahkan HKSN tersebut dengan wujud nyata untuk saling berbagi bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu sehigga sama-sama kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di negeri ini. Apalagi disaat masa pandemi covid-19 yang sedang melanda negeri ini yang menimbulkan dampak merosotnya tingkat kesejahteraan sosial masyarakat. Banyak masyarakat yang penghasilannya berkurang bahkan sampai kehilangan pekerjaan. Hal ini yang perlu kita sikapi bersama-sama, saling bahu membahu agar krisis yang melanda negeri ini bisa kita atasi dengan memperkuat kembali nilai-nilai kesetiakawanan sosial.

 

Peringatan HKSN di Provinsi Bangka Belitung pada tahun 2021, menurut  Kepala Dinsos-PMD Budi Utama mengatakan bahwa, HKSN akan dilaksanakan di 43 titik dari 47 kecamatan se-Babel, dengan pembukaan yang dilaksanakan di Tukak Sadai, Bangka Selatan (Basel) dan menuju puncak HKSN. Sebelum pelaksanaan terlebih dulu akan dilaunching beragam kegiatan pada level lokal pada 15 November 2021. Rangkaian kegiatan utama yang akan diselenggarakan salah satunya adalah bakti sosial. Bakti Sosial dilakukan dalam bentuk memberikan bantuan berupa pemenuhan kebutuhan pokok, kegiatan bedah rumah, Pembagian kursi roda, kaki palsu, pemberian kartu BPJS tenaga kerja, pameran dari dunia usaha dan lain sebagainya.

 

Pada kesempatan ini juga Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah menegaskan sebagai tuan rumah HKSN 2021 Pemerintah provinsi Bangka Belitung siap mensukseskan peringatan tersebut. Untuk itu dirinya Wakil Gubernur Abdul mengajak seluruh pelaku dunia usaha maupun BUMN untuk menyukseskan kegiatan HKSN dan bersama-sama memberikan manfaat kepada masyarakat. Untuk itu menurutnya, perlu adanya sinergitas yang kuat antar lini yang terlibat dalam HKSN.

 

"Berkenaan dengan ini kami perlu memberitahu kawan-kawan dunia usaha dan industri, bahwa kegiatan ini tidak mungkin dipikul sendiri oleh pemprov. Untuk itu, mari kita bersama-sama menyukseskan HKSN agar kegiatan ini benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat," ujarnya. Beliau juga berpesan, selain untuk menyukseskan program nasional dan menjalankan bakti kepada masyarakat, pelaksanaan HKSN di Babel harus menyisakan kesan baik bagi para peserta dari luar Babel. Sehingga, akan memberikan dampak disemua sektor baik sektor ekonomi, pariwisata, maupun kehidupan sosial.

 

Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial yang dilaksanakan setiap tanggal 20 Desember perlu kita maknai sebagai nilai-nilai patriotisme perjuangan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan itu sendiri melalui nilai-nilai kepedulian, gotong royong, berbagi, kebersamaan, swadaya masyarakat dan menjunjung tinggi kebhinikeaan dan rasa toleransi antar sesama serta membudayakan kembali modal sosial sebagai dasar pilar parsatuan dan kesatuan bangsa.

 

Mari bersama kita semarakan peringatan hari Kesetiakawanan sosial tahun 2021 ini sebagai bulan bhakti sosial untuk saling berbagi dan peduli antar sesama, saling tolong menolong dan saling berpartisipasi membangun masyarakat yang mandiri dan sejahtera.

Salam Kesetiakawanan Sosial.


Oleh : Ferdiyan Pratama, S.ST

 

Sumber kutipan :

https://bangka.tribunnews.com/2021/11/15/peringati-hksn-2021-wagub-babel-resmikan-perdana-lintas-batas-kesetiakawanan-sosial


Bagikan :