Selamatkan Anak dari Bahaya Narkoba melalui Optimalisasi Peran Keluarga

Selamatkan Anak dari Bahaya Narkoba melalui Optimalisasi Peran Keluarga


Kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia saat ini semakin memprihatinkan. Hal ini dikarenakan penyalahgunaan narkoba tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja melainkan juga anak-anak. Anak seringkali dinilai sebagai target pasar yang sangat menjanjikan dalam penyalahgunaan narkoba karena pada usianya anak masih mencari identitas diri dan rentan terpengaruh bujuk rayu, baik dari teman sebaya atau lingkungan sekitar. Anak yang telah terpapar narkoba lebih rentan sebagai pengguna jangka panjang, sebab anak memiliki rentang waktu atau usia yang cukup panjang dibandingkan orang dewasa. Hal ini menjadi ancaman serius bagi anak sebagai generasi penerus bangsa.

Menurut data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2018, dari total 87 juta anak yang ada di Indonesia sebanyak 5,9 juta anak merupakan pecandu narkoba dan yang lebih memprihatinkannya lagi sebesar 24 persen merupakan pelajar SD, SMP dan SMA. Hasil survei terhadap kasus penyalahgunaan narkoba oleh anak-anak yang dilakukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2020 juga menunjukkan bahwa 82,4 persen anak yang terjerat kasus narkotika berstatus sebagai pemakai. Sedangkan 47,1 persen berperan sebagai pengedar dan 31,4 persen sebagai kurir. Selain itu, data dari Badan Narkotika Nasiona (BNN) pada tahun 2019 menyatakan bahwa penyalahgunaan narkotika pada anak dan remaja meningkat sebesar 24-28 persen. Sumber utama perolehan narkoba ialah dari lingkungan pertemanan anak. Hal ini menunjukkan bahwa anak-anak sangat rentan terpapar bahaya narkoba karena peredarannya yang sangat dekat dengan lingkungan anak.

Meningkatnya kasus anak dan remaja yang menyalahgunakan narkoba seharusnya menjadi sebuah alarm bagi para orangtua. Selain merusak kesehatan, seperti menurunnya imun tubuh, gangguan pada sistem saraf (neorologis), halusinasi, dan gangguan kesadaran, narkoba juga akan berdampak pada kondisi psikososial anak serta akan membawa anak pada lingkungan pergaulan yang tidak sehat. Dampak-dampak tersebut dapat menjadi ancaman besar bagi anak. Oleh karena itu, peran keluarga terutama orangtua menjadi penting dalam mengedukasi bahaya narkoba kepada anak sebelum mereka mengetahui informasi melalui teman yang bisa jadi tidak akurat.

Keluarga merupakan basis utama dalam menangkal penyalahgunaan narkoba pada anak karena pendidikan pertama anak bermula dari keluarga. Keluarga berperan penting dalam mewujudkan pengembangan baik fisik, psikis, moral, mental dan sosial bagi anak. Hal ini perlu dilakukan mengingat korban penyalahgunaan narkoba banyak yang dipengaruhi karena kurang dibangunnya pengasuhan sesuai hak anak di dalam keluarga sehingga anak mempunyai resiliensi rendah dan mudah terpengaruh lingkungan yang tidak kondusif dalam tumbuh kembangnya yang pada akhirnya membuat anak menggunakan narkoba. Hal ini tentunya sangat disayangkan mengingat anak merupakan penerus dan investasi bangsa di masa yang akan datang.

Belum optimalnya peran dan fungsi keluarga dalam memberikan pengasuhan yang baik bagi anak menjadi salah satu faktor yang membuat anak jatuh ke dalam pusaran narkoba. Anak yang tidak mendapatkan pengasuhan yang baik dari keluarganya akan berpotensi sangat besar untuk terjerumus pada narkoba karena rendahnya konsep diri anak, kondisi anak yang masih labil dan minimnya kontrol keluarga terhadap anak. Untuk mencegah hal tersebut terjadi pada anak, maka keluarga terutama para orangtua perlu mengoptimalkan peranan mereka dalam mencegah anak terjerumus pada bahaya penyalahgunaan narkoba melalui cara-cara berikut ini :

1.     Membangun Komunikasi Efektif

Perlunya orang tua atau keluarga untuk berkomunikasi secara efektif dengan anak dengan cara mengajak anak berdiskusi, mencari pemecahan masalah bersama anak, tidak banyak memberi ceramah atau nasihat, mendengarkan anak secara aktif serta mau peduli dan berempati. Hal ini juga dapat dilakukan dengan menunjukan kasih sayang dan perhatian orang tua kepada anak. Sikap orang tua yang menyebabkan anak berhenti atau menolak mencurahkan isi hatinya ialah menghakimi atau menuduh, merasa benar sediri, terlalu banyak memberi nasihat atau ceramah, seolah-olah mengetahui semua jawaban dan menganggap enteng persoalan anak. Hal tersebut perlu dihindari agar anak memiliki citra diri positif dan lebih percaya diri sehingga dapat terhindar dari bahaya narkoba. 

2.     Mengembangkan Nilai Positif Pada Anak

Mengembangkan nilai positif pada anak sejak dini dapat dilakukan dengan mengajarkan anak membedakan antara yang baik dan buruk serta yang benar dan salah. Hal itu memungkinkan anak berani mengambil keputusan atas dorongan hati nuraninya, bukan karena tekanan atau bujukan teman. Hal ini dapat membuat anak memiliki ketahanan diri yang kuat untuk menolak tindakan penyalahgunaan narkoba.

3.     Membangun Kenyamanan dalam Keluarga

Masalah keluarga menjadi masalah terbesar yang utama dalam awal penyalahgunaan narkoba. Keadaan koflik suami-istri berlarut-larut akan menyebabkan anak dapat merasakan suasana ketegangan dengan orang tua. Untuk itu keluarga harus menciptakan suasana damai dan harmonis di dalam rumah agar anak merasa nyaman dan tidak mencari pelarian dengan menyalahgunakan narkoba.

4.     Menjadikan Teladan dalam Keluarga

Orang tua wajib memberikan keteladanan bagi anak agar tidak menggunakan narkoba karena sikap anak adalah hasil dari perilaku yang dicontohkan oleh orangtuanya.

5.     Mendukung Kegiatan Positif Anak

Keluarga dapat memberikan dukungan kepada kegiatan anak sesuai dengan minat dan bakatnya serta tidak menuntut anak sesuai dengan keinginannya. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan ruang bagi anak untuk berkreasi. Selain itu, orangtua juga perlu melibatkan diri dalam kegiatan anak dengan tetap menghargai privasi anak. Dengan seperti itu, anak akan merasa lebih dihargai sehingga ia tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

6.     Mengedukasi Anak tentang Bahaya Narkoba

Orangtua atau keluarga berperan dalam memberikan edukasi terhadap anak tentang bahaya narkoba yang dapat menngancam keselamatan diri anak. Orangtua dapat mengedukasi hal tersebut dengan cara yang menyenangkan seperti mengajak anak menonton film edukatif tentang bahaya narkoba atau mengajak anak berdiskusi. Selain itu, orangtua juga dapat memberikan bimbingan kepada anak agar mereka dapat memilih teman yang baik dan tidak menjerumuskannya pada bahaya narkoba.

7.     Menjadikan Sahabat Terbaik bagi Anak.

Orangtua perlu menjadi sosok sahabat bagi anak, terutama bagi remaja yang sedang di tahap pencarian jati diri. Dengan begitu, anak dapat mencurahkan permasalahannya tanpa ada rasa segan dan tidak mencari pelarian lain saat ada masalah seperti menyalahgunakan narkoba.

Beberapa peran diatas dapat dilakukan oleh keluarga terutama para orangtua untuk menyelamatkan anak agar mereka terhindar dari bahaya narkoba. Anak yang mendapatkan kasih sayang yang cukup dan pengasuhan yang baik dalam keluarganya tidak akan mudah terjerat narkoba. Oleh karena itu, mari bersama para orangtua dan keluarga kita selamatkan generasi penerus bangsa dengan memberikan pengasuhan terbaik bagi anak serta mengoptimalkan berbagai peranan yang dapat kita lakukan. Dengan begitu kita berharap agar ke depan anak-anak Indonesia dapat memiliki masa depan yang lebih baik.

 

Sumber Bacaan :

Soedjono D. 1990. Narkotika dan Remaja, Alumni, Bandung

 

Penulis :

Fetty Familda (Penyuluh Sosial Dit. Rehsos Anak)


Bagikan :