Peran Strategis Penyuluh Sosial dalam Diseminasi Nilai-Nilai Kepahlawanan kepada Generasi Muda

Peran Strategis Penyuluh Sosial dalam Diseminasi  Nilai-Nilai Kepahlawanan kepada Generasi Muda


Penyuluh sosial merupakan ujung tombak penyuluhan sosial yang menjadi perpanjangan tangan Pemerintah dalam menyampaikan program kesejahteraan sosial. Peran dan tugas penyuluh sosial sangat strategis di tengah isu permasalahan sosial kontemporer yang kian berkembang. Sudah selayaknya penyuluh sosial memahami  apa yang menjadi peran dan tugasnya di lapangan yang terukur dan bisa dipertanggungjawabkan. Seorang penyuluh sosial harus memiliki kepekaan yang tinggi terhadap situasi, kondisi dan isu-isu faktual yang terjadi di lingkungan masyarakat. Penyuluh sosial harus jeli melihat berbagai peristiwa ataupun kondisi sosial dalam rangka memberikan informasi dan pemahaman kepada kelompok sasaran.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa tahun 2021 ini Indonesia telah berusia 76 tahun lebih. Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 yang lalu, Indonesia dinyatakan merdeka dari penjajahan. Tentunya kemerdekaan ini bukanlah hal yang mudah untuk diraih. Berkat perjuangan para Pahlawan terdahulu, yang didukung oleh semangat persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia, akhirnya bangsa Indonesia dapat memproklamirkan kemerdekaannya di hadapan bangsa-bangsa lainnya. Kemerdekaan ini merupakan hadiah dan kemenangan bersama. Namun tak dapat kita pungkiri, kemerdekaan yang kita raih saat ini tidaklah datang begitu saja namun memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari para pendahulu Negara baik jiwa, raga maupun harta demi berkibarnya Bendera Pusaka Sang Merah Putih.

Namun nilai-nilai kepahlawanan saat ini mulai memudar, dan seperti terlupakan khususnya pada generasi muda. Semangat dan nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan sosial yang telah ditunjukkan oleh para pendahulu Negara tersebut hendaknya tetap terus ditumbuhkembangkan dalam hati sanubari setiap elemen Bangsa khususnya generasi muda. Keberhasilan dalam membangun kembali nilai-nilai kepahlawanan ke dalam karakter masyarakat Indonesia pada umumnya dan kepada generasi muda pada khususnya, tentunya akan memberi harapan untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik. Indonesia yang mampu mempertahankan keharuman nama bangsa. Keharuman nama sebuah bangsa merupakan salah satu hal yang dipersembahkan seorang pahlawan kepada bangsanya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan jasa para pahlawannya.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah selalu mengingat betapa besarnya pengorbanan yang telah dipersembahkan untuk negara tercinta Indonesia, sehingga pada saat ini kita dapat menghirup udara kebebasan. Perjuangan gigih tanpa mengenal lelah yang disertai dengan kesadaran tentang arti penting memelihara persatuan dan kesatuan di dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) haruslah terpelihara dengan baik. Di hadapan kita sekarang terbentang beragam persoalan yang membutuhkan pahlawan-pahlawan masa kini. Tidaklah keliru jika sebutan pahlawan masa kini ditujukan kepada mereka yang mampu mengatasi persoalan sesuai bidang yang dikuasainya melalui dedikasi yang melebihi tuntutan. Tanpa kita mengenyampingkan jasa-jasa para pejuang dan pahlawan terdahulu yang telah menghadiahi kemerdekaan untuk bangsa dan Negara ini.

Nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan sosial yang telah diwariskan seperti sifat rela berkorban, pantang menyerah, bekerja keras, suka menolong dan lain lainnya, hendaknya selalu ditumbuh kembangkan khususnya di kalangan generasi muda sedini mungkin. Apalagi di era globalisasi seperti saat ini  yang sarat dengan berbagai pengaruh, dan jika tidak hati-hati menyikapinya maka dikhawatirkan banyak generasi muda terjerumus ke arah sikap dan tindakan yang negatif. Menyikapi kondisi ini, maka sangat diperlukan diseminasi nilai-nilai kepahlawan kepada generasi muda. Penyuluh sosial dapat turut berpartisipasi dalam melakukan diseminasi nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda sehingga mereka dapat meneladani sikap dan tindakan para pahlawan.

Pada penggunaan dalam kalimat, diseminasi kerap dipakai untuk menginformasikan tentang kegiatan penyebaran informasi dengan target yang luas seperti kelompok masyarakat tertentu atau individu tertentu dengan tujuan pemberian informasi yang sengaja disebarkan agar muncul kesadaran di dalam pola pikir target. Dengan begitu mereka, kelompok atau individu itu, mau menerima dan mengubah perilaku sesuai dengan isi informasi yang diberikan sebelumnya. Kegiatan diseminasi bertujuan untuk mengubah aspek kognitif (pengetahuan) atau pengetahuan individu atau kelompok yang ditargetkan dengan ilmu pengetahuan tertentu, juga mengubah afektif (sikap) dari target, dan psikomotorik (keterampilan) target. Pada penggunaan sehari-hari, diseminasi kadang juga disebut sebagai ‘penyuluhan’, sehingga awam akan lebih memahaminya.

Tentunya diseminasi ini sejalan dengan fungsi dan tugas pokok seorang penyuluh sosial. Dimana  seorang penyuluh sosial ini memiliki fungsi dan  tugas untuk melakukan penyebarluasan informasi, komunikasi, motivasi, dan edukasi baik secara lisan, tulisan maupun peragaan kepada kelompok sasaran sehingga muncul pemahaman yang sama, pengetahuan, dan kemauan guna berpartisipasi secara aktif dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Penyuluhan biasa dimaknai pula sebagai proses penyebaran inovasi dengan berbagai hal yang telah direncanakan, untuk tujuan mengarahkan dan mengelola suatu target. Target juga bisa melakukan pertukaran informasi, untuk mencapai kesamaan pendapat tentang inovasi tersebut.

            Penyuluh sosial memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada generasi muda tentang pentingnya menanam dan menumbuhkan nilai-nilai kepahlawanan. Salah satu cara yang dapat dilakukan, yaitu dengan memberikan pendampingan kepada para siswa dalam mengenalkan nilai-nilai kepahlawanan melalui ziarah wisata. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi jawaban untuk tetap mempertahankan dan terus menanamkan nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan, kesetiakawanan dan restorasi sosial di lingkungan masyarakat. Pepatah lama mengatakan, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.”  Dengan memberikan pendampingan pada generasi muda saat melakukan ziarah wisata ke Taman Makam Pahlawan, penyuluh sosial dapat memberikan gambaran nyata, bahwa meskipun raga para pahlawan telah terkubur di dalam tanah, namun hasil perjuangan mereka tetap kita rasakan hingga saat ini.

Penanaman nilai kepahlawanan bagi generasi muda sangat penting untuk menumbuhkan sikap patriotisme generasi muda di era modern saat ini. Bukan untuk melawan penjajah, namun memiliki jiwa patriot dalam bersaing secara global di segala aspek. Karena proklamasi kemerdekaan bukan kita dapatkan secara cuma-cuma, banyak yang telah dipertaruhkan oleh para pejuang dan pahlawan terdahulu untuk mendapatkannya. Dengan melakukan diseminasi nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda, diharapkan mereka dapat terus menghargai dan mengenang jasa para pahlawan yang telah berhasil merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah. Tetap cinta tanah air dan tidak terpengaruh terhadap ideologi selain Pancasila. Dengan adanya diseminasi nilai-nilai kepahlawanan yang dilakukan penyuluh sosial kepada generasi muda dengan langsung mengajak generasi muda berkunjung ke Taman Makam Pahlawan, mereka lebih memahami dan belajar secara langsung  berbagai hal terkait nilai-nilai kepahlawanan. Yang nantinya melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu membentuk karakter para generasi muda agar menjadi generasi yang menghargai jasa para pahlawan dan terus menumbuhkan sifat kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.


 

Oleh : Hanni Susanty, S.Pd

Penyuluh Sosial Muda Dinas Sosial Provinsi Bengkulu


Bagikan :