Peran Aktif Penyuluh Sosial dalam Menciptakan Suasana Hangat Bagi Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Pagar Dewa Bengkulu

Peran Aktif Penyuluh Sosial dalam Menciptakan Suasana Hangat Bagi Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Pagar Dewa Bengkulu


    

Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa pada tahun 2020 jumlah lansia (Lanjut Usia) di Indonesia berjumlah 28,8 juta atau 11,34% dari jumlah penduduk Indonesia. Ledakan ini tidak dapat dipungkiri karena angka harapan hidup lansia semakin meningkat. Jumlah lansia telah mencapai 19 juta dengan usia harapan hidup rata–rata 72 tahun pada tahun 2010, bahkan ada yang mencapai 80 tahun. Pusat Data dan Informasi (2008) menunjukan jumlah lansia saat ini sekitar 16,5 juta (National Seminar on Home Care Socialitation, 2010). Tingginya angka harapan hidup menyebabkan semakin meningkatnya masalah penanganan dan perawatan terhadap lansia. Hal ini karena secara alamiah lansia akan mengalami kemunduran baik fisik, mental, dan juga tidak terlepas dari permasalahan sosial, budaya, dan ekonomi. Fenomena ini semakin menguat, sehingga diperlukan sebuah institusi yang dapat menjalankan perawatan dan penanganan lansia. Panti werdha merupakan salah satu alternatifnya. Keberadaan panti werdha akan semakin dibutuhkan untuk menangani dan merawat orang yang sudah berumur lansia.

Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) yang biasa disebut dengan panti jompo atau panti werdha merupakan suatu lembaga sosial yang memberikan pelayanan kesejahteraan sosial bagi para lanjut usia yang terlantar secara sosial dan ekonomi, yaitu berupa pemberian penampungan, jaminan hidup, seperti makan dan pakaian, pemeliharaan kesehatan, pengisian waktu luang termasuk rekreasi, bimbingan sosial, mental serta agama, sehingga mereka dapat menikmati hari tuanya dengan diliputi ketentraman lahir dan batin. Tujuan pelaksanaannya antara lain yang pertama adalah membantu lansia untuk mempertahankan identitas kepribadiannya. Kedua, memberikan jaminan kehidupan secara wajar baik secara jasmani, kesehatan fisik maupun psikososial. Ketiga, ikut menikmati hasil pembangunan, tidak mendapatkan tekanan, tidak terasing serta mendapat perhatian.

Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Pagar Dewa Bengkulu merupakan satu-satunya panti jompo di bawah naungan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Jumlah penerima manfaat yang ada di panti tersebut sebanyak 85 orang lansia, yang terdiri dari 50 orang laki-laki dan 35 orang perempuan, yang rata-rata berusia 60 tahunan. Orang tua yang terlantar atau yang sudah tidak memiliki keluarga lagi, sehingga terpaksa harus tinggal di panti jompo sudah selayaknya mendapatkan perhatian khusus dari kita semua, termasuk dari Pemerintah setempat. Meskipun dengan tinggal di panti werdha para lansia memiliki kesempatan untuk tinggal secara temporer dengan teman yang seusia, hal tersebut tidak membuat para lansia menghilangkan rasa kesepian yang dirasakannya. Berbagai aktifitas dan kegiatan yang terdapat di dalam panti werdha cenderung dilakukan bersama-sama, akan tetapi dalam aktifitas tersebut tidak ada tuntutan untuk dapat berinteraksi antara satu lansia dengan lainnya, sehingga hal tersebut membuat para lansia tidak memiliki hubungan pertemanan ataupun relasi yang cukup baik antara satu lansia dengan lainnya. Kondisi tersebut secara tidak langsung memicu munculnya rasa kesepian dalam diri seorang lansia.

Menempatkan para lansia di panti werdha oleh anak dan keluarga dari para lansia yang dianggap sebagai suatu alternatif bagi penempatan para lansia di masa tuanya tidaklah sepenuhnya tepat. Segala fasilitas, situasi juga kegiatan yang terdapat di dalam Panti Werdha ternyata tidak dapat menggantikan suasana rumah. Suasana rumah yang di dalamnya terdapat interaksi dengan anak dan keluarga yang termasuk adanya kehangatan dalam interaksi tersebut tidak dapat ditemukan, dimiliki ataupun tidak dapat dirasakan seutuhnya oleh para lansia yang tinggal di Panti Werdha. Untuk menyikapi kondisi tersebut, sudah sepantasnya panti jompo/ PSTW memiliki program kerja/ kegiatan yang dapat menciptakan keterlibatan para lansia secara langsung. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan secara bersama-sama, sehingga dapat menghadirkan kehangatan di antara para lansia.

Lansia perlu diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan dunia luar. Bagi yang tidak memiliki minat untuk menjalin interaksi dengan dunia luar karena merasa sudah tua, maka harus dirangsang untuk mengetahui dunia luar dengan cara menonton televisi, mendengarkan radio atau membaca materi bacaan sesuai dengan kesenangan lansia. Intinya jangan sampai kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain menjadi terputus karena keterbatasan yang dimiliki oleh lansia. Keterbatasan itu secara fisik yang tidak memungkinkan lagi untuk berpergian keluar rumah ataupun keterbatasan dalam hal teman sebaya yang dimiliki. Di sinilah peran seorang penyuluh sosial dimainkan. Penyuluh sosial dapat menjadi figur yang bisa menumbuhkan rasa hangat bagi para lansia yang ada di dalam panti. Seorang penyuluh sosial dapat menjadi kemudi untuk mengarahkan para lansia dalam beraktifitas yang bersifat membangun kehangatan.

Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Pagar Dewa Bengkulu selalu berupaya untuk menciptakan lingkungan panti menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi para lansia yang berada di sana. Para kakek dan nenek juga dipantau kesehatan dan perkembangannya oleh para perawat yang ada di panti jompo tersebut. Meski sudah memasuki usia senja, tak sedikit dari para lansia tersebut untuk terus berkreatifitas dan melakukan aktivitas yang sifatnya positif. Bahkan ada kakek yang meski usianya tidaklah lagi muda, tetapi semangatnya masih terus menyala. Sang kakek sangat pandai membuat kerajinan dengan mengayam bambu menjadi bubu. Dalam hal ini penyuluh sosial dapat memberi pendampingan kepada para lansia dalam mengoptimalkan bakat terhadap suatu hal yang menarik bagi para lansia. Tak sedikit hasil karya dari penghuni panti jompo/ PSTW Pagar Dewa Bengkulu ini dijajahkan di depan pintu gerbang Panti untuk dijual kepada masyarakat umum. Bahkan ketika ada event daerah pun, hasil kerajinan tangan mereka juga dipajang di pameran.

Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu senantiasa mengadakan kegiatan-kegiatan yang positif yang mana kegiatan yang dilakukannya ini sesuai dengan kemampuan, minat dan bakat para lansia, sehingga mereka dapat mengaktualisasikan potensi diri melalui aktivitas yang bermanfaat. Kegiatan lainnya yaitu berupa bimbingan keagamaan. Kegiatan bimbingan keagamaan ini bertujuan selain untuk menambah pengetahuan tentang agama kepada para lansia, juga diharapkan melalui bimbingan keagamaan ini para lansia senantiasa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan untuk mengembangkan potensi dirinya sehingga mereka mampu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya terlebih agar mereka senantiasa lebih termotivasi untuk dapat melakukan aktivitas yang positif di sisa hidupnya. Penyuluh sosial dalam hal ini dapat berperan untuk terus mengedukasi dan memotivasi para lansia agar selalu menjalankan perintah agama. Mengingatkan untuk selalu ibadah tepat waktu dan dapat menanamkan kebiasaan baik bagi para lansia agar bisa memanfaatkan waktu luang mereka untuk memperdalam agama, seperti mendengarkan ceramah agama atau mengulang-ulang melafalkan ayat-ayat Al-Quran.

Bimbingan keagamaan di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Pagar Dewa Bengkulu berupa pengajian/ ceramah agama yang diisi oleh petugas dari Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu. Materi yang diberikan bersumber dari Al-Quran dan Hadist. Materi bimbingan dapat berupa pendalaman tentang aqidah, syariat ataupun akhlak. Selain hal itu, materi yang diberikan kepada lanjut usia sebaiknya dilakukan secara berulang-ulang, mengingat kliennya adalah lanjut usia yang sudah berkurang daya konsentrasinya dan pemahaman tentang agama yang tidak merata. Kegiatan bimbingan keagamaan dilakukan di aula panti dengan menggunakan beberapa metode yang telah disiapkan oleh petugas. Pada saat pelaksanaan bimbingan keagamaan ini, penyuluh sosial dapat membantu mengawasi dan memonitor keterlibatan para lansia. Selain itu penyuluh sosial juga bisa mengingatkan kembali tentang point penting dari materi ceramah yang telah disampaikan sebelumnya.

Dengan diadakan bimbingan keagamaan kepada para penghuni PSTW Pagar Dewa Bengkulu ini diharapkan dapat memunculkan suatu motivasi dalam diri para lansia. Dalam hal ini dibutuhkan suatu langkah khusus yang dilakukan oleh pembimbing keagamaan/ penanggungjawab di panti untuk meningkatkan motivasi para lansia dalam beragama. Dengan adanya pengajian/ ceramah agama yang dilakukan secara rutin di panti jompo ini, dapat memaksimalkan motivasi hidup para lansia untuk tetap semangat dan terus beraktivitas dengan perasaan riang gembira. Peran aktif penyuluh sosial dan pekerja sosial juga dapat menjadi jembatan dalam mengantarkan para lansia menemukan kebahagiaan mereka meskipun hidup di dalam panti dan terpisah dari keluarganya. Jika lansia bahagia, maka kita pun juga turut bahagia melihatnya. Mari bersama-sama kita berkontribusi dalam memberikan perhatian khusus bagi para lansia sehingga dapat menciptakan rasa hangat dan guratan indah di hari senja mereka!!

 

Oleh : Hanni Susanty, S.Pd


 

 


Bagikan :