Penyuluhan Melalui Media Sosial Tentang Pentingnya Optimalisasi Sistem Imunitas Tubuh : Guna memberantas COVID-19 dan DBD di Indonesia

Penyuluhan Melalui Media Sosial Tentang Pentingnya Optimalisasi Sistem Imunitas Tubuh : Guna memberantas COVID-19 dan DBD di Indonesia

Tahun 2020 mungkin tidak akan pernah terlupakan oleh semua orang, cobaan hidup dimana-mana dari bencana alam, perekonomian menurun, masalah sosial, dan kesehatan. Awal tahun di Indonesia dilanda demam berdarah dengue (DBD) diberbagai wilayah dengan kasus 17.820 dan korban jiwa sebanyak 100 orang yang tercatat di Kementrian Kesehatan. Wilayah dengan zona merah sendiri terletak di Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Jawa Timur, sedangkan zona kuning ditetapkan untuk wilayah Lampung, Jawa tengah, Bengkulu, Sulawesi Tenggara, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah. Dari data Kemenkes, pasien terjangkit DBD terdapat 5 tingkatan, dari usia <1 tahun (2,13%), usia 1-4 tahun (9,23%), usia 5-14 tahun (41,72%), usia 15-44 tahun (37,25%), dan >44 tahun (9,67%). Dapat dilihat jika penderita DBD bersal dari semuakalangan usia, semua usia memiliki tingkat potensi terjangkit tersendiri. Seiring berjalannya waktu kasus DBD ini seolah hilang ntah kemana, tergantikan dengan kasus baru yakni COVID-19. Kasus virus corona sendiri muncul di Indonesia pada akhir bulan Maret, sedangkan virus ini berasal dari Wuhan, China yang berawal dari wabah menjadi pandemi global sebagaimana yang telah ditetapkan WHO pada tanggal 11 Maret 2020. Semua negara terjangkit COVID-19 ini dari daratan Asia, Eropa, Australia maupun Amerika.

Virus corona seolah menjadi momok menakutkan yang dialami seluruh dunia, bagaimana tidak, semua aktivitas dihentikan dari pendidikan, perindustrian, instansi-instansi lainnya semua dianjurkan untuk melakukan kewajibannya dirumah, perekonomian setiap negara menurun, segala aspek kehidupan terpengaruh dengan dampak virus corona ini. Pemerintah dan pihak terkait sudah melakukan upaya pencegahan dan penanganan dengan massif, dari menetapkan kebijakan-kebijakan, melakukan penyuluhan, turun tangan langsung, sebenarnya dalam permasalahan ini bukan hanya pemerintah saja yang harus menjadi agen penyelesai permasalahan, tetapi semua orang berkewajiban melakukannya, siapapun itu. Jika dilihat lebih detail, sebenarnya kasus virus corona dan DBD ini sama-sama penyakit, sama-sama menyerang kesehatan kita, sama-sama virus, jangan salah menilai tentang deman berdarah dengue (DBD), banyak orang yang mengira penyakit ini hanya disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti, padahal nyamuk ini hanya berperan sebagai perantara, penyebab utamanya ialah virus dengue yang dibawa oleh nyamuk dan menginveksi manusia melalui gigitan. Virus corona dan DBD memiliki kesamaan yakni penyakit yang penyebab utamanya virus, jadi semua penyakit yang disebabkan oleh virus intinya hanya satu, kita harus menjaga imun tubuh kita, disisi lain kita juga harus memperbaiki lingkungan sekitar kita agar senantiasa terawat. Lalu penyuluhan seperti apa yang akan diterapkan dalam hal ini? Kita bisa melakukan penyuluhan melalui media sosial, karena melihat kondisi yang tidak memungkinkan berkumpul dalam kerumunan banyak orang maka penyuluhan lewat media sosial lah solusi efektivnya, materi penyuluhanpun berupa cara mengoptimalkan imunitas tubuh , antara lain : 

1.     Menerapkan pola hidup sehat

Hal terpenting dalam menjaga imunitas tubuh agar tetap optimal yakni menerapkan pola hidup sehat, diantaranya memperbanyak makan sayur dan buah-buahan, cukup istirahat (bagi remaja 9-10 jam dan bagi dewasa 7-8 jam), hindari stres (lakukanlah hal apa yang kamu gemari, maka akan tercipta energi positif dari kebahagian yang tercipta dari apa yang digemari), rutin olahraga (30 menit dalam sehari rutin berolahraga), hindari rokok dan alcohol.

2.     Konsumsi suplemen untuk meningkatkan imunitas tubuh

Sebagai penunjang agar imunitas tubuh tetap stabil yakni dengan mengkonsumsi suplemen, beberapa kandungan suplemen yang bermanfaat meningkatkan daya tahan tubuh antara lain : echinacea ( untuk membantu tubuh melawan virus flu, mengkontrol kadar darah, dan membantu pertumbuhan sel ), morinda citrifolia/buah mengkudu ( meningkatkan stamina, kekebalan tubuh, memperbaiki kerusakan sel ), phylantus/daun meniran ( melawan radikal bebas, memperkuat system imun tubuh ), vitamin B6, C dan E (mengoptimalkan imunitas tubuh).

 

Adapun definisi penyuluhan antara lain, secara harfiah penyuluhan bersumber dari kata suluh yang berarti obor atau alat untuk menerangi keadaan gelap. Dari asal kata tersebut dapat diartikan bahwa penyuluhan yaitu memberikan penerangan atau penjelasan kepada mereka yang disuluh. Penyuluhan ini bertujuan merubah perilaku si objek melalui penyebarluasan informasi, komunikasi, motivasi dan edukasi oleh penyuluh baik lisan maupun tulisan. Faktor yang mempengaruhi perubahan dalam proses penyuluhan, antara lain :

1.     Keadaan pribadi sasaran

a.     Sasaran penyuluhan adalah manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya

b.     Perlu diamati pada diri sasaran ada tidaknya motivasi pribadi untuk melakukan perubahan

c.     Apakah ada kekuatan yang menghambat

d.     Adanya kegagalan dimasa lalu

e.     Kekurangsiapan melakukan perubahan 

f.      Tidak mau menanggung resiko

2.     Kondisi lingkungan fisik

a.     Kebudayaan

b.     Opini publik

c.     Kekuatan lembaga sosial

d.     Kekuatan-kekuatan ekonomi.

 

Dalam proses penyuluhanpun media penyuluhan sangat penting diperhatikan, salah satunya menggunakan media sosial seperti yang sudah dijelaskan diatas. Menggunakan media sosial memang sudah menjadi salah satu rutinitas setiap orang, katakanlah satu orang memiliki satu media sosial bahkan bisa lebih, media sosial juga bukan hanya satu platform saja, seperti : Instagram, tweeter, facebook, youtube dll, belum lagi jumlah penduduk Indonesia yang banyaknya 271 juta jiwa yang tercatat BPS (Badan Pusat Statistik), itupun dari semua kalangan usia pasti memilikinya. Dengan begitu kita bisa memanfaatkan media social kita masing-masing untuk digunakan sebagai media penyuluhan tentang mengoptimalkan sistem imun tubuh agar terhindar dari viruss corona dan DBD. Muatlah info yang bermanfaat mengenai cara apa yang tepat untuk meningkatkan imunitas tubuh, bisa berupa status maupun pamflet di Instagram maupun facebook, tweet di tweeter, dan konten edukasi di youtube. Disini cara termudah yang bisa dilakukan siapapun dalam rangka penyuluhan mengoptimalkan imunitas tubuh adalah membuat pamflet, contohnya seperti ini :


Dalam pembuatan pamfletpun tidak telalu membutuhkan skill tingkat tinggi, hanya butuh usaha, dan kepercaya dirian, apalagi orang sekarang cenderung suka dengan sesuatu yang berbentuk visual dari pada tulisan, maka cara efekif yang dilakukan ialah menggabungkan keduanya dan jadilah pamflet sebagai media penyuluhan. Contoh lainnya seperti ini : 


Adanya tindak preventif COVID-19 dan DBD ini lebih baik jika diawali dari diri kita sendiri dengan menjaga imunitas tubuh kita, jika tubuh kita sehat dan kuat maka virus atau penyakit manapun tidak akan menjangkit tubuh kita. Disisi lain dengan menjaga diri kita sendiri, juga menjaga orang lain dengan memberikan penyuluhan tentang optimalisasi sistem imunitas tubuh, agar terhindar dari terinveksinya virus corona dan DBD melalui media sosialataupun media lainnya.

 


Oleh : Salsabela Nur Fauzia



Bagikan :