Pentingnya Dukungan Sosial dalam Mencegah Relapse pada Eks Pecandu Narkoba

Pentingnya Dukungan Sosial dalam Mencegah Relapse pada Eks Pecandu Narkoba


 

Penyalahgunaan narkoba di Indonesia menjadi suatu permasalahan yang sangat kompleks dan memerlukan upaya penanggulangan secara komprehensif dengan melibatkan kerja sama multidispliner, multisektor dan peran serta masyarakat secara aktif yang dilaksanakan secara berkesinambungan dan konsisten. Dalam kurun waktu satu dekade terakhir, permasalahan ini menjadi semakin marak dengan bertambahnya jumlah penyalahguna atau pecandu narkoba secara signifikan. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada Tahun 2020, angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai 3.419.188 orang. Jumlah ini terus mengalami peningkatan setiap harinya, terutama di masa Pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), narkoba merupakan akronim dari Narkotika dan Obat Berbahaya, yang terbagi ke dalam tiga bentuk yakni, narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Walaupun terdiri dari tiga bentuk, narkoba memiliki satu sifat khas yakni menimbulkan adiksi atau ketagihan yang nantinya dapat menjadi dependensi atau ketergantungan. Ketergantungan narkoba dapat direhabilitasi secara medis dan sosial namun rehabilitasi ini tidak menjamin seorang pecandu narkoba akan sembuh dari ketergantungannya karena kita ketahui bahwa pemulihan pecandu narkoba dapat dikatakan berjalan seumur hidup. Banyak pengguna narkoba yang meskipun telah menjalani program rehabilitasi, namun belum bisa benar-benar meninggalkan narkoba dan betul-betul pulih.

Menurut BNN, sekitar 70 persen dari jumlah pecandu narkoba yang telah melalui program rehabilitasi dapat kembali kambuh atau relapse dan mengulangi tindakan penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Data tersebut juga diperkuat oleh National Institute on Drug Abuse (NIDA) yang menyatakan bahwa sekitar 40 hingga 60 persen orang yang pernah menjalani rehabilitasi atau terapi untuk kecanduan narkoba akan mengalami relapse. Relapse merupakan kondisi terjadinya kembali kecanduan pada eks pengguna narkoba. Relapse akan narkoba adalah suatu tantangan yang tak terpisahkan dari proses panjang menuju pemulihan seorang eks pecandu narkoba.

Relapse pada eks pecandu narkoba dapat disebabkan karena banyak faktor seperti merasa malu karena dijauhi, dikucilkan bahkan tidak dianggap ada oleh keluarga karena keluarga merasa malu memiliki anggota keluarga seorang pecandu narkoba dan adiksi yang sulit disembuhkan pada eks pecandu narkoba. Faktor lainnya yang mempengaruhi terjadinya relapse pada eks pecandu narkoba diantaranya kurangnya dukungan sosial dari orang-orang terdekat eks pecandu narkoba selama proses maupun pasca rehabilitasi.

Dukungan sosial menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena sejatinya manusia tidak mungkin lepas dari manusia lainnya dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Adanya dukungna sosial dalam kehidupan seseorang dapat memberikan pengaruh positif baik pada kesehatan maupun kondisi psikologis seseorang. Secara psikologis, dukungan sosial yang tepat akan menimbulkan perasaan dihargai, diterima, diperhatikan, dan dicintai. Adanya dukungan sosial ini akan memotivasi seseorang untuk berperilaku positif, bersemangat dalam menjalani hidup karena karena merasa diperhatikan dan diterima. Hal ini jelas merupakan pengaruh yang positif karena dengan perasaan yang demikian, seseorang akan lebih dapat berkembang dan dapat menjalani kehidupannya dengan baik.

Terkait dengan masalah kecanduan narkoba berbagai penelitian menunjukkan bahwa seseorang dengan dukungan sosial yang tinggi terbukti lebih rendah dalam penyalahgunaan narkoba dan dukungan sosial dapat menjaga agar kemungkinan relapse lebih kecil. Sebaliknya dukungan sosial yang rendah menyebabkan seseorang kembali menggunakan narkoba dan biasanya orang yang kurang mendapat dukungan sosial rentan untuk mencoba menggunakan narkoba. Dukungan sosial sangat dibutuhkan bagi eks pecandu narkoba agar mereka memiliki kualitas hidup yang baik, khususnya dukungan keluarga. Beragamnya bentuk-bentuk dukungan keluarga yang meliputi dukungan emosional, penghargaan, instrumental dan informatif menyumbang dampak positif terhadap permasalahan penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, dukungan sosial keluarga berupa penerimaan, pengakuan, perhatian, bentuk kebersamaan terhadap individu, kepedulian, rasa kekeluargaan, penghargaan positif, simpati, empati, penilaian atas usaha yang dilakukan, nasihat, pengarahan dan bentuk-bentuk kepedulian lain yang telah diberikan kepada eks pecandu narkoba akan meningkatkan semangat mereka untuk tidak kembali menggunakan narkoba lagi. Dukungan sosial keluarga sangat berperan penting dalam diri para eks pecandu narkoba. Saat mereka jauh dari lingkungan keluarga, mereka cenderung akan timbul craving yang menyebabkan mereka terjerumus kembali menggunakan narkoba. Namun, berbeda dengan mereka yang berada di dalam lingkungan keluarga, mereka mampu bertahan dan berjuang untuk tidak menggunakan narkoba lagi. Hal itu berkat dukungan-dukungan sosial yang mereka terima dari keluarga mereka.

Para eks pecandu narkoba dalam proses pemulihannya terus berupaya untuk dapat mempertahan diri agar tidak relapse. Hal ini membutuhkan kekuatan yang tidak hanya datang dari mereka sendiri melainkan juga dari lingkungan eksternalnya yaitu dukungan sosial keluarga agar para eks pecandu narkoba dapat melanjutkan hidupnya, serta memiliki pandangan yang positif terhadap kehidupan dan diri mereka sendiri. Dukungan sosial keluarga diharapkan dapat memberikan lingkungan yang kohesif bagi eks korban penyalahgunaan narkoba. Apabila keluarga tidak memberikan lingkungan sosial yang membuat korban merasa diterima oleh keluarga, maka proses rehabilitasi sosial akan berjalan tidak optimal. Korban yang merasa tidak diterima oleh orang tua/keluargnya, akan menampilkan perilaku yang labil dan berpotensi untuk kembali menggunakan narkoba (relapse).

Adanya dukungan sosial keluarga yang kuat berhubungan dengan menurunnya mortalitas, lebih mudah sembuh dari ketergantungan, fungsi kognitif, fisik dan kesehatan emosi pada eks pecandu narkoba. Selain itu dukungan sosial keluarga memiliki pengaruh yang positif pada penyesuaian kejadian yang penuh dengan stress pada eks pecandu narkoba. Oleh karena itu, ketersediaan dukungan sosial dari keluarga menjadi sangat penting bagi eks pecandu narkoba untuk meningkatkan keberhargaan diri dari ketergantungannya serta untuk mendukung pemulihan mereka secara utuh  dan menyeluruh agar terhindar dari kondisi relapse.

 

Sumber Bacaan :

Agustina, Eliyana. 2019. Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Kepercayaan Diri Dewasa Muda Pengguna Napza pada Masa Rehabilatasi. Skripsi. Lampung : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung 2019

Primanda, Wawan. 2015. Hubungan Dukungan Sosial Dengan Motivasi Sembuh pada Pengguna Napza di Rehabilitasi BNN Tanah Merah Samarinda Kelimantan Timur. Jurnal Psikoborneo. Vol. 3, No. 1.

 

Penulis : Fetty Familda (Penyuluh Sosial Dit. Rehabilitasi Sosial Anak)

 

 

 


Bagikan :