Pendampingan Lanjut Usia Oleh Pekerja Sosial Masyarakat Ditengah Pandemi Covid-19


 

            1 Oktober setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Orang Lanjut Usia Internasional (International Day of Older Persons) yang ditetapkan pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 14 Desember 1990. Penetapan Hari Lanjut Usia Internasional merupakan kelanjutan dari Vienna International Plan of Action on Aging yang diputuskan di Wina tahun 1982 dengan resolusi No. 37/1982 yang melahirkan kesepakatan untuk mengundang bangsa-bangsa yang belum melaksanakan agar menetapkan hari bagi lanjut usia sebagai wujud kepedulian dan penghargaan terhadap lanjut usia.

Hal tersebut diimplementasikan oleh Presiden Soeharto di Semarang pada tahun 1996 dengan menetapkan tanggal 29 Mei sebagai Hari lanjut usia nasional  (HLUN). Pemilihan tanggal 29 Mei sebagai HLUN bertujuan untuk menghormati jasa Dr KRT Radjiman Wediodiningrat yang di usia lanjutnya memimpin sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Selain menetapkan 29 Mei sebagai HLUN, wujud kepedulian dan penghargaan pemerintah Indonesia terhadap lanjut usia maka dikeluarkanlah Undang- Undang No 13 Tahun 1998 tentang kesejahteraan lanjut usia. Implementasi dari UU tersebut dapat terlihat dari kehadiran pemerintah melalui Kementerian Sosial RI dalam mewujudkan kesejahteraan lanjut usia melalui pendampingan oleh pekerja sosial professional maupun tenaga kesejahteraan sosial seperti pekerja sosial masyarakat.

Pendampingan lanjut usia oleh pekerja sosial masyarakat  dapat diberikan kepada individu lanjut usia maupun keluarga dan sistem sosial lainnya yang penting bagi  lanjut usia.

Fokus pendampingan yang dilakukan oleh pekerja sosial masyarakat adalah mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan (resiko)  individu lanjut usia dan keluarganya, mengidentifikasi sistem sumber penting yang terkait dalam pemenuhan kebutuhan serta membantu memfasilitasi  individu lanjut usia dan keluarga kepada semua sistem sumber yang dibutuhkan.

            Dalam melakukan pendampingan kepada lanjut usia ditengah situasi yang sangat khas dari pandemi Covid-19, pekerja sosial masyarakat dapat berpedoman kepada “Panduan Pencegahan Covid-19 Bagi Pendamping LKS LU Dalam Pelaksanaan Program Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (Progres LU) Tahun 2020” yang dikeluarkan oleh Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia pada tanggal 31 Maret 2020.

            Didalam panduan tersebut pekerja sosial masyarakat dapat mengajarkan kepada lanjut usia tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Berikut hal-hal yang dapat diajarkan oleh pekerja sosial masyarakat ke lanjut usia terkait PHBS :

 

a)     Mengkonsumsi makanan yang sehat dan gizi cukup secara teratur.

b)    Istirahat yang cukup (6-8 jam/hari).

c)     Melakukan olahraga/aktivitas fisik.

d)    Olahraga bagi lanjut usia dapat dilakukan dengan cara senam, jalan kaki, atau peregangan anggota tubuh sambil duduk di kursi, disesuaikan dengan kemampuan fisik lanjut usia tersebut.

e)     Cara mencuci tangan yang benar.

f)     Cara menggunakan masker yang benar.

g)    Etika yang benar pada saat batuk atau bersin.

            Apabila lanjut usia tinggal bersama dengan keluarga, pekerja sosial masyarakat dapat mengajarkan kepada lanjut usia dan keluarga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Hal tersebut bertujuan untuk menimbulkan rasa nyaman bagi lanjut usia, selain itu lingkungan yang bersih juga dapat meningkatkan taraf kesehatan dan mencegah berbagai penyakit. Berikut beberapa hal yang dapat diajarkan oleh pekerja sosial masyarakat kepada lanjut usia dan keluarganya yaitu :

a)     Menjaga kebersihan rumah (kamar lanjut usia,kamar mandi,ruang  keluarga, dan dapur)

b)    Ventilasi dan sirkulasi udara yang cukup.

c)     Tidak merokok di dalam rumah.

 

            Pada masa pandemi Covid-19, lanjut usia menjadi kelompok masyarakat yang paling rentan dan memiliki risiko paling tinggi dibandingkan yang lainnya. Hal tersebut disebabkan karena lanjut usia mengalami penurunan produksi hormon pada tubuh dan menurunnya fungsi organ-organ yang ada di dalam tubuhnya. Menurut pakar geriatri UGM, Dr. dr Probosuseno, Sp.PD., K-Ger., SE, kapasitas fungsional organ-organ tubuh pada lanjut usia telah mengalami penurunan akibat penuaan sehingga rentan terhadap berbagai macam infeksi bakteri, virus maupun penyakit termasuk Covid-19 (Ika, 2020). Untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit maka penting bagi lanjut usia berjemur di pagi hari. Manfaat dari kegitan ini adalah agar tubuh memperoleh asupan vitamin D yang cukup dari paparan sinar UV. Waktu yang terbaik untuk berjemur adalah di pagi hari pukul 10.00 dengan rentang waktu 10-15 menit. Melihat begitu besar manfaat dari berjemur di pagi hari maka penting bagi pekerja sosial masyarakat untuk megedukasi lanjut usia dan keluarganya agar membiaskan diri untuk berjemur dipagi hari.

            Selain itu, pekerja sosial masyarakat juga mengingatkan kepada keluarga lanjut usia, apabila lanjut usia memiliki penyakit kronis agar tidak putus obat, dan memiliki stok obat yang mencukupi dirumah serta pastikan konsultasikan ke dokter terpercaya sebelum mengkonsumsi obat jangka panjang. Apabila pekerja sosial mendampingi lanjut usia penderita diabetes maka pastikan keluarga selalu untuk mengecek secara berkala tekanan darah dan kadar gula tubuh lansia tersebut dengan test mandiri dirumah.

            Lantaran perbedaan generasi dan usia sehingga berpengaruh pada daya ingat, proses belajar, kecepatan kinerja, perhatian atau daya konsentrasi, dan daya tanggap pada lingkungan sosial, maka terkadang lanjut usia sulit untuk dapat mencerna beberapa imbauan yang diberikan pemerintah terkait upaya menjaga diri seperti menerapkan social distancing dan physical distancing dalam melakukan kegiatan sehari-hari serta mengurangi aktivitas di luar rumah agar tidak terpapar virus corona. Oleh sebab itu kehadiran seorang pekerja sosial masyarakat sangat diharapkan untuk dapat  mendorong peran serta keluarga agar dapat membantu lanjut usia menjaga dirinya.

            Hal lain yang tidak kalah pentingnya dari kehadiran seorang pekerja sosial masyarakat selama wabah Covid-19 adalah memberikan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial kepada lanjut usia.  Hal tersebut dapat dilakukan oleh pekerja sosial masyarakat melalui hal-hal berikut: 

a)     Memberikan pendidikan, informasi, dan pemahaman kepada para lanjut usia seputar situasi yang terjadi saat ini dengan cara sederhana dan mudah dimengerti.

b)    Memfasilitasi lanjut usia untuk mengenang masa lalu yang menyenangkan dengan menceritakannya kepada anggota keluarga dengan tetap memperhatikan jarak fisik dan sosial agar kebahagiaan tetap dipertahankan.

c)     Memfasilitasi dan mempertahankan komunikasi lanjut usia dengan anggota keluarga yang berdomisi jauh dari tempat tinggalnya melalui berbagai media yang tersedia selama.

Dalam melakukan pendampingan lanjut usia pada masa pandemi Covid-19 maka pekerja sosial masyarakat perlu untuk mengetahui dan memahami masalah kesehatan jiwa dan psikososial  yang sering dialami oleh lanjut usia seperti masalah fisiologis, psikologis dan kejiwaan, masalah finansial, relasional dengan lingkungan sosialnya, dan penurunan kognisi (Tristanto, 2020). Pentingnya hal tersebut untuk dipahami oleh pekerja sosial masyarakat  karena apabila pekerja sosial masyarakat menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan di luar kompetensi, maka pekerja sosial masyarakat segera menghubungi yang lebih ahli untuk mendiskusi langkah selanjutnya terutama bila membutuhkan rujukan kepada profesi yang lebih berwenang dan kompetensinya lebih sesuai.


Oleh : Kandarto

 

Daftar Pustaka

Ika. (2020). Pakar UGM Paparkan Penyebab Lansia Rentan Terinfeksi Covid. Diakses dari https://www.ugm.ac.id/id/berita/19320-pakar-ugm-paparkan-penyebab-lansia-rentan-terinfeksi-covid. (27 September 2021)

Kementerian Sosial RI. (2020) Panduan Pencegahan Covid-19 Bagi Pendamping LKS LU Dalam Pelaksanaan Program Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (Progres LU) Tahun 2020. Jakarta:  Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia.

Tristanto, A (2020). Masalah Kesehatan Jiwa dan Psikososial Lanjut Usia Ditengah Pandemi Covid-19. Diakses melalui https://www.rancah.com/berita-opini/68168/masalah-kesehatan-jiwa-dan-psikososial-lanjut-usia-ditengah-pandemi-covid-19/ . (27 September 2021)

Undang- Undang No 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia


Bagikan :