Pencegahan Napza Berbasis Pendidikan Keluarga

Pencegahan Napza Berbasis Pendidikan Keluarga


Maraknya penyalahgunaan Narkoba yang dilakukan oleh kelompok usia produktif tentunya menjadi keprihatinan tersendiri bagi kita semua, pasalnya mereka adalah generasi bangsa yang semestinya menjadi harapan di masa yang akan datang, namun ternyata sudah dihancurkan oleh barang haram bernama narkoba tersebut.

Salah satu upaya yang sangat mungkin dilakukan untuk menekan jumlah pengguna narkoba di tanah air adalah pendidikan keluarga, cara ini dipandang penting karena proses perkembangan anak dimulai dari keluarga. Dalam banyak literatur disebutkan bahwa keluaga merupakan madrasah pertama bagi setiap anak, maka dalam konteks penanganan penyalahgunaan narkoba, keluarga juga berperan penting sehingga hal ini wajib dilakukan agar anak tak terjerumus ke lubang hitam narkoba.

Mengapa pendidikan keluarga dipandang efektif untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini?, ada beberapa penjelasan yang menjadi dasar penting terkait dengan urgensitas penanganan narkoba berbasis keluarga. Pertama: dalam keluarga, setiap anak pasti merasakan kasih sayang, rasa aman, bimbingan dan perhatian. Maka dengan sendirinya akan tertanam segala sifat baik yang ditimbulkan dari serentetan kasih sayang yang diberikan oleh orang tua tersebut. Dalam kondisi inilah berbagai arahan dan masukan yang disampaikan oleh orang tua biasanya mudah diikuti oleh anak, termasuk dalam konteks pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Kedua: dalam keluarga pasti selalu ditanamkan pendidkan agama dan akhlak, maka penyadaran bahaya narkoba bisa dilandaskan pada larangan agama serta pandangan akhlak, sehingga anak mudah menyadari akan dampak buruk narkoba jika dikonsumsi terutama bisa merusak akhlak mereka di tengah masyarakat, termasuk sang anak akan paham bahwa jika menggunakan narkoba sudah bertentangan dengan ajaran agama. Selain itu, posisi orang tua yang selalu menjadiuswatun hasanah (contoh teladan yang baik) bisa menjadi modal menanaman moralitas dalam setiap kehidupan anak, yang kelak dia bisa konsisten dengan ajaran agamanya dan tak akan pernaah melakukan sesuatu yang sudah menjadi larangan agama. Seperti narkoba dan lain semacamnya.

Ketiga: setap orang tua pasti akan berusaha memberikan kebebasan aktif namun penuh dengan pengawasan yang bijaksana, kondisi inilah yang membuat anak merasa nyaman dengan kehidupannya, sehingga kondisinya selalu stabil dan tidak mudah terbawa oleh arus pergaulan yang sewaktu-waktu bisa membahayakan. Adanya kebebasan yang terkontrol dan bijaksanan inilah yang menjadikan anak sadar bahwa dirinya selalu dicintai oleh orang tuanya, dan mereka tahu bahwa ketika akan melakukan hal-hal yang tidak baik merasa diwasi oleh orang tua mereka. Dan inilah yang menjadikan mereka aman dari badai Narkoba.

Keempat: ada dorongan semangat dari keluarga untuk terus meraih prestasi, dalam hal ini anak dimotivasi untuk meraih masa depan yang gemilang, cara ini menjadikan anak semakin mantap dalam merajud asa masa depannya, sehingga terus fokus dengan proses pendidikan serta kegiatan yang positif. Perilaku seperti inilah yang pada akhirnya menjadikan anak tak sempat melakukan kegiatan tercela, salah satunya penyalahgunaan narkoba. Dalam konteks ini orang tua sebagai nahkoda terus memainkan perannya sebagai penunjuk arah kemana anak itu harus berjalan, sehingga anak terus paham bahwa jalan yang benar adalah jalan yang sudah ditunjukkan oleh kedua orang tuanya dan kesanalah mereka hatrus berjalan. Demikian pula, mereka paham di mana jlan yang harus ditinggalkan, sehingga sang anak tak mendekati jalan itu, seperti jalan gelap Narkoba.

Dari beberapa keterangan di atas, kita bisa paham dan merasakan betapa peran keluarga sangat vital dalam membentuk perilaku anak untuk menjadi baik sehingga terbebas dari pengaruh Narkoba. Dengan demikian, maka penting untuk terus dimaksimalkan oleh setiap orang edukasi serta bimbingan yang komperhensif agar anak jauh dari lingkungan yang memungkinkan dia terherat dengan bahaya laten narkoba.

Orang Tua Sebagai Penyuluh

Ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa sekian persen anak anak yang mengalami perkembangan tidak baik berasal dari keluarga yang kurang utuh, alias broken home. Dari sini bisa diambil kesimpulan bahwa keberadaan orang tua sangat menentukan perkembangan sang anak. Sehingga apa yang terjadi terhadap anak itulah sebenarnya hasil cetakan setiap orang tua.

Dalam konteks penanganan Narkoba, orang tua juga memiliki peran vtal, posisinya selalu multi fungsi.salah satunya adalah selalu memberikan edukasi, ini kemudian kita sebut bahwa orang tua adalah penyuluh bagi anak-anaknya. Tentu hars banyak ruang dan waktu yang disiapkan untuk sang buah hati mereka agar keperibadian anak menjadi baik dan tahan banting terhadap segala macam persoalan, salah satunya anti terhadap obat-obatan terlarang.

  Dengan selalu berperan aktif mengawasi dan mengedukasi anak-anak dalam keluarga, maka orang tua sudah pasti sangta mudah mendeteksi perkembangan pergaulan anak, dan juga bisa dilihat apakah ada kelainan dari sifat dan sikap sang anak. Sehingga jika kemungkinan terjadi penyalahgunaan narkoba, sudah bisa dideteksi sejak dini, atau minimal setiap gejala yang megarah pada tindakan penyalahgunaan narkoba sudah bisa dideteksi, dan saat itulah orang tua bisa bertindak dengan peran lainnya sebagai konselor atau peran lain yang memungkinkan anak segera terbebas dari ancaman narkoba itu sendiri.

Memperkenalkan Dampak Buruk Narkoba

Dalam berbagai kesempatan, sangat penting memberikan informasi yang utuh terkait dampak buruk narkoba bagi kehidupan manusia, ini sebagai langkah antisipatif agar anak anak generasi kita tidak sama sekali terjerumus dalam pusaran narkoba. Karena betapa sangat bahayanya ketika seseorang sudah kadung masuk dan mencoba barang haram tersebut, maka dia akan terus ketagihan sehingga menghancurkan segalanya, termasuk masa depannya.

Dampak burk yang sangat nyata akan dialami oleh pengguna narkoba adalah dampak kesehatan, di mana mereka akan mengalami gangguan paru-paru serta gangguan ginjal, infeksi kulit, hepatitis, kejang-kejang. Halusinasi, bahkan terancam mengalami penyakit berbahaya yaitu HIV/AIDS, sebuah penyakit yang hingga kini belum ditemukan obatnya. Inilah ancaman kesehatan bagi pengguna narkoba.

Selain itu, dampak paling mengerikan yang akan dialami oleh pengguna narkoba adalah kematian, tak sedikit mereka yang sudah kadung ketagihan dengan narkoba berujung dengan maut, bahkan kadang mereka meninggal saat masih asyik mengkonsumsi barang haram itu. Sebuah kematian yang mengerikan, karena mereka mati saat melakukan kegiatan terlarang. Maka jangan sampai kita menyentuh narkoba karena ancamannya adalah kematian.

Marilah kita membangun kesadaran bersama, kesadaran kolektif bahwa narkoba adalah musuh kita bersama yang harus diperangi agar tak ada lagi generasi kita yang menjadi korban kebiadaban barang haram tersebut. Mari maksimalkan pendidikan keluarga agar anak anak kita tetap terjaga dan terpantau dalam melakukan kegiatan di luar, dan mereka selamat dari ancaman narkoba. Keluarga adalah penyelamat aak bangsa dari bahaya laten Narkoba.

 Oleh: Ahmad Wiyono

Penulis adalah Pendamping Sosial PKH Kabupaten Pamekasan Madura


Bagikan :