Memulai Dari Diri Sendiri

Memulai Dari Diri Sendiri

’’ MEMULAI DARI DIRI SENDIRI’’

DALAM RANGKA MEMAKNAI HARI PAHLAWAN

 

            Masa lalu bukanlah kejadian yang berlalu begitu saja, akan tetapi kejadian yang memiliki arti jika didalami dengan kaca pandang sejarah, pepatah lama mengatakan Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yaang Menghargai dan Menghormati Jasa Pahlawannya, hal ini mensiratkan kepada kita agar kita hendaknya jangan melupakan sejarah, terlebih sejarah para pahlawan pembela bangsa yang berjuang melawan penjajah.

            Terkait hal itu, bulan November bagi bangsa Indonesia menjadi bulan yang identik dengan kepahlawanan, pada bulan November bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November dan 10 Novenber juga dikenal sebagai peristiwa pertempuran Surabaya dan tercatat sebagai salah satu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia

            Hari Pahlawan adalah saat yang tepat untuk mengingat kembali jasa-jasa pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Tentunya juga sekaligus mengenang para pahlawan yang telah gugur dan mengorbankan seluruh jiwa dan raganya untuk negeri kita.

            Oleh karenanya kisah perjuangan rakyat Indonesia sebelum dan sesudah kemerdekaan dituangkan dalam buku sejarah yang diberikan disekolah-sekolah mulai dari SD hinga SMA. Kisah-kisah tersebut menunjukan sejarah negara dan sekaligus mengajarkan keteladanan kepada anak-anak Indonesia seperti kejujuran, kegigihan dan sikap pantang menyerah

            Menanamkan jiwa kepahlawanan bagi generasi muda sangat penting untuk menumbuhkan sikap patriotisme pada generasi penerus di era modern. Bukan untuk melawan penjajah, namun memiliki jiwa patriot dalam bersaing secara global di segala aspek, termasuk didalamnya aspek tranformasi industri komunikasi.

            Saat inipun pemerintah lebih konsen mencetak generasi muda yang unggul dengan memperioritaskan pendidikan karakter dengan perumuskan Pelajar Pancasila sebagai perwujudan pendidikan karakter, karakter yang perlu ditanamkan kepada generasi muda ialah karakter kepahlawanan, seperti cinta Tanah Air, rela berkorban, jujur, dan senantiasa mengutamakan kepentingan orang banyak jika daripada kepentingan pribadi.

            Tugas kita sebagai orang tua saat ini adalah mengenalkan makna Hari Pahlawan kepada anak-anak kita dan kepada masyarakat dilingkungan tempat kita tinggal, khususnya dikalangan pemuda. Mengajarkan sifat kepahlawanan kepada anak sebaiknya dimulai sejak dini. Tidak harus melalui kursus atau pelatihan yang melelahkan, namun cukup melalui pendekatan emosional dari orang tua kepada anak, yaitu dengan mengenakkan makna Hari Pahlawan pada anak-anak kita dari kehidupan sehari-hari seperti bagaimana mengisi kemerdekaan dengan belajar yang tekun, tekun dengan bakat yang diminati yang dapat mengukir prestasi, menanamkan sikap peduli dan berbagi dengan menolong teman yang sedang kesusahan baik dirumah maupun disekolah, membiasakan untuk mengucapkan terimakasih dan meminta maaf jika melakukan kesalahan serta bagaimana menghargai perbedaan

            Pengenalan makna Hari Pahlawan kepada anak, kita juga dapat dilakukan dengan cara mengenalkan sosok para pahlawan  atau  tokoh-tokoh pejuang bangsa, melalui pelaku sejarah yang masih bisa ditemui saat ini, atau para pahlawan melalui buku-buku atau video serta dengan cara menceritakan tokoh-tokoh sejarah atau pahlawan yang memiliki sifat kesatria, cinta tanah air, rela berkorban, secara lisan.

            Dikarenakan memberikan pemahaman pada anak lebih membutuhkan role model atau panutan, jangan lupa kita sebagai orang tua juga perlu terus memberikan contoh pada anak bagaimana dapat menghargai diri sendiri, orang lain dan bagaimana mencintai bangsa sendiri. Termasuk memberikan pengarahan dan pendampingan yang tepat agar anak dapat mengekspresikan rasa cintanya dengan cara-cara yang baik melalui diskusi keluarga yang disesuaikan dengan usia anak.

            Peran Penyuluh Sosial dalam memberikan layanan komunikasi informasi dan edukasi terhadap masyarakat, khususnya dalam melestarikan nilai-nilai kepahlawanan pada peringatan hari pahlawan, merupakan aktifitas yang harus dilakukan. Penyuluh sosial dapat mengajak dan memotivasi masyarakat untuk bersama mengenang dan menghormati para pahlawan dan pejuang bangsa. Membangun ingatan kolektif masyarakat untuk kemudian menggerakan kesadaran masyarakat agar mau meneladani dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur pahlawan dalam kehidupan sehari-hari, misalkan dengan melakukan berbagai kegiatan sosial pada tingaat RT maupun RW. Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan pilar-pilar sosial dari berbagai unsur ditengah masyarat termasuk unsur kepemudaan.

            Meningkatkan rasa kecintaan serta kebanggaan sebagai bangsa dan negara Indonesia dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga dengan memaksimalkan edukasi pada anggota keuarga terutama anak dan orang tua sebagai role modelnya, seraya memaksimalkan tugas dan fungsi sebagai penyuluh sosial ditengah masyarakat. #PAHLAWANKU INSPIRASIKU

Selamat Hari Pahlawan 2021. (oleh Misnawati)


 

Referensi ::
1.  
https://mediaindonesia.com/humaniora/359975/membangun-nilai-kepahlawanan-melalui-pendidikan-karakter

2.https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/9070/15.pdf?sequence=1&isAllowed=y

3.http://lib.unnes.ac.id/16920/1/1103506109

                         


Bagikan :