Melestarikan Budaya Gotong Royong Melalui Tradisi Marakka Bola (Memindahkan Rumah) di Sulawesi Selatan

Melestarikan Budaya Gotong Royong Melalui Tradisi Marakka Bola (Memindahkan Rumah) di Sulawesi Selatan


Pendahuluan

Gotong royong merupakan salah satu budaya yang mengandung nilai yang sampai saat ini masih ada dan dilakukan oleh masyarakat Indonesia yang mempunyai nilai-nilai luhur, sehingga perlu untuk dijaga dan dipertahankan dalam kehidupan masyarakat. Pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama tidak memandang suatu kedudukan seseorang di dalam masyarakat melainkan suatu kesatuan yang harus dilakukan oleh masyarakat dalam bentuk kerja yang pada dasarnya merupakan keikutsertaan dalam kegiatan tertentu yang dilakukan oleh masyarakat.

Kesadaran dan kesediaan berkorban dengan tulus ikhlas untuk sesama harus dijunjung tinggi dan dilaksanakan sebagai suatu yang mutlak. Bahkan harus dipandang sebagai satu-satunya jalan hidup setiap makhluk demi kesejahteraan bersama. Dari gambaran hidup masyarakat, harkat dan martabat seseorang dapat di ukur dengan tingkat semangat dan usahanya, serta menyatukan dirinya dengan solidaritas gotong royong. Identitas dan rasa solidaritas dalam masyarakat di dukung oleh sistem nilai yang berlaku pada suatu masyarakat tertentu, sebab nilai menjadi dasar untuk menyatukan sebuah kelompok dalam kehidupan bermasyarakat.

Suatu daerah dalam mempertahankan eksistensinya sebagai suatu kerja sama tidaklah mudah dan menjadi tanggung jawab oleh semua masyarakat. Kerja sama akan memudar apabila rasa kebersamaan mulai menurun atau mulai memudar, karena tidak adanya bantuan sukarela dari masyarakat serta suatu pekerjaan yang dilakukan sudah diganti dengan materi atau barang berharga yang dapat dijadikan sebagai imbalan.

Gotong royong yang ditanamkan sejak dulu adalah nilai yang luhur dan bertujuan menjadikan kehidupan masyarakat berlangsung secara teratur, alamiah, dan damai. Terjadinya arus globalisasi, tentunya telah banyak mempengaruhi kehidupan manusia. Sehingga gotong royong sekarang ini dapat mengalami perubahan karena warga cenderung berfikir lebih modern. Perkembangan yang terjadi juga dapat mempengaruhi pelaksanaan gotong royong bagi masyarakat Suku Bugis di Sulawesi Selatan.

Sulawesi Selatan memiliki keanekearagaman nilai-nilai budaya yang bersumber dari kearifan lokalnya. Penulis yang memiliki darah keturunan dari Suku Bugis dari garis Ibu mencoba mengulas satu budaya dari masyarakat Suku Bugis yang sarat akan nilai-nilai solidaritas dan gotong royong di Sulawesi Selatan yaitu tradisi unik Marakka’ Bola atau memindahkan rumah dengan bergotong royong membopongnya. Tradisi Marakka’ Bola yang dikenal juga sebagai tradisi Mappalette Bola sudah berlangsung turun-temurun dan masih ada sampai sekarang.

Penerapan Budaya Gotong Royong dalam Tradisi Marakka’ Bola

Rumah panggung yang terbuat dari kayu menjadi karakteristik kebanyakan rumah masyarakat Suku Bugis. Bobot rumah yang dipindahkan melalui tradisi Marakka’ Bola tentu saja tidak ringan, bahkan dapat mencapai puluhan ton. Oleh karenanya tradisi ini melibatkan puluhan bahkan ratusan warga untuk bergotong royong memindahkan rumah ke lokasi yang baru. Proses pengangkatan dan pemindahan rumah sendiri akan dipimpin oleh seorang ketua adat yang bertugas memimpin doa serta memberi aba-aba dan mengarahkan warga.

Tradisi yang sudah berlangsung sejak zaman nenek moyang Suku Bugis ini berangkat dari filosofi bahwa rumah dianggap sebagai tanah leluhur mereka. Sehingga harus tetap dijaga keutuhannya secara turun menurun sekalipun pindah ke lokasi yang baru. Bila lokasi baru dekat dengan lokasi semula maka bagian bawa rumah dipasangi roda/ban sehingga rumah hanya akan didorong. Sedangkan bila lokasi baru ternyata jauh dengan lokasi semula, maka warga akan bergotong royong mengangkat rumah bersama dengan dipasangi bambu terlebih dahulu sebagai pegangan untuk diangkat. 

Tradisi Marakka’ Bola mencerminkan nilai-nilai gotong royong yang kental. Di mana, masyarakat akan secara sukarela dan spontan membantu memindahkan rumah warga ke lokasi yang baru tanpa dibayar. Kegiatan memindahkan rumah hanya dilakukan oleh warga laki-laki, sedangkan para perempuan akan membantu menyiapkan aneka kudapan khas Bugis seperti seperti kue Bandang, Barongko, Sikaporo, Apang Paranggi, dan minuman seperti Teh Manis, Kopi Susu, Sarabba, dan lainnya untuk para warga yang ikut memindahkan rumah.

Setelah rumah berhasil dipindahkan ke lokasi yang baru, maka kegiatan dilanjutkan dengan acara syukuran atau baca “Barazanji” yang bertujuan agar rumah yang baru saja dipindahkan terhindar dari bencana dan malapetaka. Acara pun diakhiri dengan makan bersama menyantap hidangan yang disediakan pemilik rumah sebagai bentuk silaturahmi, sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh warga yang rela meluangkan waktu untuk membantu memindahkan rumah.

Penutup

Tradisi Marakka’ Bola oleh masyarakat Suku Bugis di Sulawesi Selatan yang berlandaskan asas gotong royong mencerminkan kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat dan sarat akan muatan kebaikan. Gotong royong merupakan salah satu nilai penting dalam membangun karakter bangsa. Dengan merawat gotong royong sekaligus memupuk kepedulian sosial dan rela berkorban. Kita dapat menyelesaikan beragam persoalan termasuk pandemi global akibat Covid-19 dimana kita optimis mampu melewati masa pandemi ini secara baik bersama-sama. Berkaca pada tradisi Marakka’ Bola yang masih lestari hingga saat ini. Jadi, mari kita terus menjaga warisan leluhur akan semangat gotong royong dalam berbagai tradisi baik lainnya di tengah masyarakat agar tidak hilang digerus perkembangan zaman!

 

Referensi

 

Henslin, James. M. (2007). Sosiologi Dengan Pendekatan Membumi Jilid 2 (Kamanto Sunarto). Jakarta: Erlangga.

 

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

 

https://sulsel.inews.id/berita/tradisi-unik-bergotong-royong-memindahkan-rumah-panggung-di-maros.

 

 

 

Penulis: Alamsyah, S.ST., S.Psi., MSW

 

·     Penyuluh Sosial Ahli Pertama Dinas Sosial Prov. Sulawesi Selatan

·     Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesejahteraan Sosial (STIKS) Tamalanrea Makassar

 

 


Bagikan :