Kekerasan Terhadap Anak

Kekerasan Terhadap Anak

Gaya hidup masyarakat modern telah membuat orang menjadi sangat egois dan hanya suka memikirkan diri mereka sendiri.  Namun, masalah tertentu yang dihadapi masyarakat karena gaya hidup saat ini begitu besar, sehingga terkadang, tidak ada individu, organisasi, atau bahkan pemerintah yang dapat menghadapi dan mengatasinya secara efektif. Salah satunya ialah masalah kekerasan terhadap anak yang kerap terjadi di sekitar kita.

Para peneliti dan lembaga penegak hokum telah menyimpulkan bahwa efek dari kekerasan terhadap anak dapat berdampak jangka panjang. Dimana anak yang mengalami kekerasan lebih cenderung untuk menjadi anak nakal, menggunakan narkoba, depresi, kesulitan disekolah, dan bahkan terlibat tindak criminal di kemudian hari. Siklus ini akan terus berlanjut, pada mulanya anak tersebut menjadi korban, lambat laun menjadi pelaku.

Kekerasan juga memperlambat pertumbuhan mental anak yang mana dapat menyebabkan anak akan mengalami kesulitan untuk beradaptasi secara normal dengan lingkungan masyarakat, serta dapat menyebabkan emosi anak yang tidak stabil. Jadi, kita harus bertindak secara langsung jika kita melihat adanya kekerasan terhadap anak karena hal tersebut dapat mempengaruhi masa depan anak tersebut.

Untuk para orang tua, jika mengetahui adanya pelecehan terhadap anak, kita harus tetap tenang dan mengumpulkan semua informasi yang berkaitan dengan kekerasan tersebut. Bantu mereka melanjutkan rutinitasnya seperti bermain, makan secara teratur, belajar dan bergaul dengan anak-anak lainnya. Orang tua juga harus lebih banyak menghabiskan waktu dengan mereka supaya anak lebih merasa berada di lingkungan keluarga yang aman dan sehat. Jika masalahnya parah, maka orang tua harus menghubungi lembaga penegak hukum untuk mengajukan pengaduan terhadap pelaku. Anak harus dibawa ke konselor / phycologist anak untuk mengevaluasi kerusakan emosi mereka.

Guru juga memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah kekerasan pada anak, dengan selalu waspada untuk melihat apakah ada memar, perubahan perilaku, perubahan suasana hati, dan ketidakmampuan untuk berkonsentrasi pada anak. Jika mereka menemukan tanda-tanda seperti itu, maka mereka harus segera mengadakan pertemuan dengan orang tua anak tersebut untuk mengetahui akar masalahnya.

oleh : Kukuh Reksa Prabu


Bagikan :