Ahmad Wiyono Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pamekasan Madura

Ahmad Wiyono  Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pamekasan Madura

Covid-19 atau virus Corona mewabah ke sejumlah Negara sejak beberapa bulan teakhir, fenomina ini pun menjadi benacana yang cukup mengkhawatirkan karena virus tersebut sudah menumbangkan ribuan nyawa.  Para penentu kebijakan pun harus melakukan langkah-langkah strategis demi memberantas penularan virus yang muncul kali pertama di China tersebut.

Indonesia menjadi negera kesekian yang rupanya juga terjangkiti virus tersebut, sejak bulan Maret 2020 lalu, Negara menyatakan bahwa virus corona sudah masuk dan mengajangkiti sejumlah orang di bumi pertiwi ini. Kita semua terkejut, kaget bahkan panik. namun demikian inilah reaitas yang harus kita hadapi. Karena tak ada yang tahu kapan musibah dan bencana itu akan menimpa sebuah negeri karena semua itu adaah rahasia ilahi.

Dalam perpektif ilmiah virus yang satu ini memang diketahui sangat cepat proses penularannya, sementara di sisi lain memerlukan waktu yang relaatif lama untuk meastikan keterjangkitan seseorang (mulai dari terjangkiti hingga dinyatakan positif memerlukan proses yang agak panjang). Fakta inilah yang agak membingungkan masyarakat banyak, bahkan menurut informasi medis, orang yang sudah terjangkit sekalipun pada mulanya tidak bisa mengetahui bahwa dirinya sudah tejangkit. 

Atas dasar itulah Pemerintah menberlakukan protokoer kesehatan yang cukup ketat sebagai upaya untuk memutus mata rantai covid-19 tersebut, diantaranya adalah pembatasan sosial serta anjuran untuk bertahan di rumah dengan tidak melakukan aktivitas apa pun di luar rumah. Namun demikian pemberlakukan protokloer kesehatan tersebut tentu akan memiliki dampak sosial – ekonomi terhaap masyarakat, baik langsung maupun tidak langsung terutama terhadap kelompok masyakaat menengah ke bawah.

Tapi kita tak perlu khawatir, kebijakan yang diambil oleh pemerintah sudah dipertimbanan secara matang dengan diimbangi oleh kebijakan lain yang mampu menjawab persoalan sosial ekonomi masyarakat bawah, terbukti pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia sudah menyiapkan sejumlah program Jaminan Kesejahteraan sosial untuk mengcover sejumlah orang yang terdampak langsung dari virus Corona lebih-lebih mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Strategi penanganan masalah sosial tersebut yang diakibatkan oleh wabah Corona, oleh Kemensos disoundingkandalam sejumlah program Jaminan  sosial yang sudah berjalan sebeumnya, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan Sembako serta program lainnya. Model yang ditemouh oleh pemerintah adalah degan menaikkan skema bnatuan agar bisa meringankan beban masyarakat selama pandemi corona masih terjadi di Indonesia.

Program Sembako

Salah satu bukti kongkrit keperdulian pemerintah terhadap masyarakat dalam situasi sulit adalah dengan menaikkan jumlah bantuan sembako, ini bisa kita lihat sejak bulan Maret 2020 lalu di mana skema bantuan sembako ini mengalami peningkatan yang relatif tinggi yaitu mencapai Rp. 200.000 setiap bulan per Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Ini menunjukkan keseriusan dan kometmen pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial masyarakat khusunya yang terdampak dan berasal dari keluarga tidak mampu.

Dari bantuan langsung sebedar Rp. 200.000 tersebut KPM bisa memanfaatkan untuk belanja kebutuhan pokok seperti beras, jagung, daging, telur, kacang-kacangan, ikan dan lain sebagainya. Degan demikian masyarakat secara langsung bisa merasakan manfaat dari program tersebut terutama dallm situasi sulit seperti saat ini di mana banyak kegiatan ekonomi sedang mengalami kemandekan akibat meluasnya virus corona tersebut.

Di sisi lain melalui bantuan sembako tersebut pemerintah juga hendak menjamin keseimbangan gizi masyarakat, agar masyarakat bisa hidup   secara layak dengan gizi seimbang sehingga hal itu berimplikasi pada terjaganya kesehatan fisik dan non fisik. Puncaknya adalah ketika kondisi fisik dan non fiisik sudah terjaga kesehatannya maka sangat mungkin masyarakat bisa selamat dari jangkitan kuman dan virus terutama virus corona.

Seperti kita ketahui, berdasarkan data Kementerian Sosial RI jumlah penerima bantuan Program Sembako pada tahun 2020 ini sudah mencapai 20 juta penerima dari semula 15.2 juta penerima, itu artinya ada tambahan penerima sebanyak 4.8 juta penerima. Bantuan yang cukup besar ini sekali lagi digulirkan oleh pemerintah dalam rangka menjamin kesejahteraan masyarakat terutama dalam situasi dan kondisi sulit seperti saat ini. Dengan demikian, meskipun masyarakat dihadapkan pada situasi yang kurang nyaman akibat wabah namun mereka tetap bisa menikmati asupan gizi seimbang sehingga tetap terjaga kesehatannya.

Sebagai timbal balik atas kepedulian pemerintah yang sangat tinggi kepada masyarakat, tentu masyarakat harus suka rela untuk bersama-sama mematuhi segala anjuran yang sudah dilakukan oleh pemerintah itu sendiri dalam rangka memutus mata rantai covid-19, kesadaran kolektif masyarakat bawah untuk terus menjaga dan mematuhi protokoler kesehatan sangat diharapkan oleh pemerintah dengan harapan wabah corona ini akan segera enyah dari bumi Indonesia.

Oleh: Ahmad Wiyono

Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pamekasan Madura


Bagikan :