Menceriakan anak-anak Korban Bencana melalui dongeng

Menceriakan anak-anak Korban Bencana melalui dongeng

 

Pusat Penyuluhan Sosial ambil bagian dalam proses recovery korban bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Subang tepatnya di Desa Cijulang kecamatan Cimanggung. Bencana longsor yang terjadi tanggal 9 Januari sekitar pukul 16.00 WIB dan kemudian disusul dengan guncangan kedua pada pukul 19.00 WIB, yang lebih dahsyat dan memakan lebih banyak korban. Ada  1.020 orang mengungsi, sekitar 50 orang diantaranya adalah anak-anak usia Sekolah Dasar.

Tanggal 17 Januari 2021 Tim dari Pusat Penyuluhan Sosial ke lokasi pengungsian yang terletak di perumahan SBG Cimanggung. Bersama kami ada kak charly dan kak faqih yang siap menghibur anak-anak korban longsor melalui permainan dan dongeng, serta  5 orang  Penyuluh Sosial Masyarakat dari kabupaten Purwakarta. Di lokasi pengungsian kami didampingi  pihak Dinas Sosial kabupaten Sumedang Bapak Komarudin dan penangung jawab lapangan dari BNPB Kabupaten Bapak Adang. Kami dipersilahkan untuk meninjau lokasi pengungsian dan melakukan kegiatan.



Tenda pengungsi korban longsor Desa Cijulang Kecamatan Cimanggung.

 

Dampak psikologis bencana longsor terutama terjadi pada anak-anak. Untuk menceriakan mereka kembali dan melupakan kejadian traumatis mereka diajak melakukan kegiatan bersama yang menyenangkan.  Bermain, menggambar,  dan mendengarkan dongeng lucu  dari kak faqih dan kak charly.  Tawa ceria anak-anak terdengar lepas, mereka semangat untuk mengikuti setiap kegiatan, seperti menggambar bersama teman-temannya, bernyanyi bersama terutama mendengarkan dongeng lucu dari kak charly dan kak Faqih dengan boneka Mokinya yang lucu membuat anak-anak tertawa bahagia.



Mendengarkan Dongeng  merupakan salah satu kegiatan menyenangkan yang banyak disukai oleh anak-anak. Kegiatan  ini diyakini memiliki banyak manfaat. Menurut konselor pemerhati anak, muhamad agus syafii, dongeng dapat dijadikan sebagi terapi pemulihan trauma. Manfaat dongeng akan mengubah perasaan tersebut. Dongeng  ini merupakan terapi menghibur, inilah yang membuat siapapun yang mendengarkan akan merasa lebih tenang, senang sehingga dapat melupakan  kecemasan dan ketakutan. Dongeng  tentang sebuah kebaikan, perjuangan, ketegaran bisa untuk menumbuhkan kekuaatan pada si anak. Pesan yang disampaikan akan sarat makna dengan tujuan membuat anak-anak bisa melupakan trauma mendalam bagi anak-anak.  Sehingga nantinya anak-anak akan kembali menjadi anak-anak yang normal seperti sebelum bencana terjadi. Dan dapat melanjutkan hidup seperti layaknya anak-anak lain seusianya.



             Penyuluh Sosial Masyarakat dan polwan dari kesatuan polres Kabupaten Subang ikut ambil bagian dalam kegiatan Dukungan Layanan Psikososial.

 

 

Salah satu kegiatan yang disukai anak-anak adalah menggambar, mewarnai, tokoh-tokoh yang mereka sukai. Menggambar dan mewarnai juga merupakan salah satu kegiatan yang mengasikan, menyenangkan bagi anak-anak. Kegiatan tersebut dapat dijadikan trauma healing dalam rangka menghilangkan trauma yang terjadi pada anak-anak.

Bencana yang terjadi ditengah pandemic ini  tentu saja membawa kepedihan yang mendalam bukan hanya mereka yang terdampak, tapi bagi kita semua. Setiap upaya yang dilakukan adalah sebagi tanda kecintaan kita sebagi satu bangsa. Dan kita semua berharap mampu melewati masa-masa sulit ini.   


Ditulis oleh : Tami (Penyuluh Sosial Madya)
 

 

 

 

 

 

 

 

 


Bagikan :